Ini yang Bikin Si Mobil China Wuling Pede di Indonesia

Alasan Wuling Pede di Indonesia – Beberapa waktu lalu memang sudah banyak beredar kabar mengenai ketertarikan Wuling untuk ikut meramaikan pasar otomotif roda empat di Indonesia. Banyak pihak menilai Wuling ini terlalu berani sebagai mobil yang berstatus produksi China untuk dapat bersaing dengan mobil Jepang yang memang mendominasi pasar mobil di Tanah Air.

Alasan Wuling Pede Di Indonesia

Namun, rupanya hal tersebut tidak membuat Wuling ini ciut nyali. Bahkan Wuling dengan percaya diri melangkah kan kakinya untuk dapat menancapkan benderanya di Tanah Air. bukan tanpa alasan memang, mengingat menurutnya Indonesia masih memiliki peluang yang sangat lebar untuk pasar otomotif roda empat. Pasalnya, kepemilikan roda empat di Indonesia ini memang masih memiliki presentase yang cukup kecil.

Dilansir dari oto.detik.com 22/4/2017, Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani, kepada wartawan, di Jakarta mengatakan “Di Indonesia yang jelas, kondisi sosial, dan ekonomi cukup positif, lalu kalau kita lihat rasio kepemilikan mobil masih kecil, dari 1000 menurut Global National Research hanya ada 83, disitu lah kita melihat ada peluang,”

Selain itu, keberanian Wuling untuk memasuki ketatnya persaingan dunia otomotif roda empat di Indonesia tak hanya semata karena peluang dan rasio kepemilikan mobil yang dinilai masih minim, namun juga karena kesamaan budaya. Menurutnya, pasar Asia memiliki kesamaan budaya dimana mereka lebih membutuhkan mobil untuk keluarga. “Terutama di pasar Asia ya, mengenai keluarga, dan Wulling memang akan mengahdirkan produk untuk keluarga,” tutur Dian.

Bahkan, sebagai pendatang baru di dunia otomotif Tanah Air, Wuling pun tal hanya ingin menjual produknya semata, namun juga ingin turut andil dalam perkembangan dunia otomotif Indonesia khususnya roda empat. “Kita bukan cuma jualan, tapi juga bangun komitmen, bangun pabrik, investasi, juga mempersiapkan aftersales, resale value,” pungkasnya.

Dengan hadirnya salah satu produsen asal China ini, tentu akan semakin menambah ketatnya persaingan para produsen dalam memasarkan produknya kepada konsumen. Namun, disisi lain bagi para konsumen tentunya hal ini cukup positif untuk dapat memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimilikinya.

Top