Peugeot Berharap Kerjasama Dengan Astra Lebih Baik

Peugeot dan Astra Terus Merajut Asa – Sempat diisukan retaknya hubungan antara Peugeot dan Astra ternyata kali ini benar-benar sedang melakukan pembicaraan intensif terkait masa depan hubungan mereka. Utusan dari Prancis pun datang demi mencari tahu berbagai kendala yang dihadapi di Indonesia dan mencari jalan tengahnya.

Djony Bunarto Tjondro, Direktur Grup Astra mengatakan bahwa kedatangan wakil Peugeot ke Indonesia bukan hanya konsolidasi, tetapi bersama-sama mencari jalan keluar, jadi per hari ini Selasa (25/4/2017) timnya Peugeot datang untuk berbicara supaya kerjasama bisa bagus lagi dan berjalan dengan lancar, dan supaya produk juga bisa pas.” ujar Djony usai peresmian diler Astra-BMW di Serpong.

Bahwa memang pasar di Indonesia cukup unik, bahwa orang-orang di Indonesia lebih senang MPV dibandingkan dengan sedan. Karena tak lepas dari kultur. Bisa saja karena infastruktur kurang bagus, lalu MPV punya ground clearance tinggi. Jadi sedan hanya 1,3 persen dari total otomotif, dan angka tersebut semakin merosot jika dibandingkan dengan 5 atau 10 tahun yang lalu.

“Peugeot sebagai prinsipal melihat tren ini, dan sedang bicara dengan kita bagaimana ke depannya. Karena memang mereka belum punya produk yang pas. Kemudian juga mereka belum melakukan lokalisasi seperti yang kita harapkan. Itu kita sudah memiliki tim lagi dibahas secara serius bagaimana bisa memiliki satu produk yang benar-benar fit untuk konsumen Indonesia,”ujar Djony.

Jika produk sudah fit untuk orang Indonesia, kemungkinan Peugeot dan Astra memikirkan soal lokalisasi produk. Kedua hal tersebut menurut Djoni tidak bisa dilakukan secara bersamaan karena jika belum ada volume dan butuh investasi besar, prinsipal akan berfikir dua kali. Grup Astra sebagai partner sudah beberapa kali mendorong dan memberikan arahan bagaimana struktur pasar di Indonesia termasuk segmentasinya.

Jika Peugeot hanya menggunakan pola yang ada hari ini, Djoni mengatakan bakal tidak ada perkembangan. Mudah-mudahan mereka membaca situasi yang sama dan mereka bisa mendengarkan opini dari kita. Pasalnya belum tahu ada planing bagaimana dan dalam jangka waktu berapa lama.

Top