Pemerintah Turunkan Harga Importasi IKD

Pemerintah Korting tarif Importasi IKD – Pemerintah Indonesia telah membuka tangan selebar-lebarnya untuk menarik peminat para pabrikan mobil atau roda empat untuk berinvestasi di Indonesia. Seperti yang

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elenktronika kementrian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan penurunan tarif menjadi 7,5 persen. Saat ini draft aturan tersebut sudah masuk di Biro Hukum Kementrian Perindustrian. “Ini penurunan IKD bukan completely knocked down (IKD) untuk penurunan IKD juga bukan nol persen namun sebesar 7,5 persen. Dimana sebelumnya kalau tidak salah sebesar 10 sampai 15 persen,” ujar Putu saat dijumpai pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.

Kalau ini bakal dibatasi hanya pada kendaraan dengan harga di atas Rp 500 juta, atau menengah keatas. Dari pada mereka melakukan CBU, Putu menyebutkan kalau lebih baik para pabrikan tersebut merakit disini, Putu menambahkan.

“Mereka bisa pasang atau merakit disini, instal dan testing juga disini  jadi tidak harus masuk ke Indonesia dalam bentuk utuh. Terpenting dari sini adalah lapangan pekerjaan. Kalau misalnya kita Impor mobil CBU terus, kita sama saja memberi pekerjaan kepada orang lain, jadi paling tidak ada juga lah sebagian pekerjaan yang dilakukan di Indonesia,” ujar Putu.

“Saat ini memang belum sah dijalankan, Tetapi Kementrian Keuangan sudah menyetujui strukturnya. Dari sisi pelaku industrinya sudah siap semua. Kedepannya kalau mereka sudah mulai merakit pasti bakal ada sebagian dari komponennya di sini, dimulai dari parts non-kritikal dan berlanjut ke semi-kritikal lama kelamaan juga mereka bisa manufakturing,” Putu menambahkan. Aturan ketentuan IKD atau pun CKD bisa dilihat dari Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2010, Tentang Industri Kendaraan Bermotor.

Top