Melihat Scrambler Harian ala Suzuki Thunder 250

Scrambler Harian ala Suzuki Thunder 250 – Bosan melihat deretan mobil dan sepeda motor baru di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, coba berpaling langkah ke Hall B, JIExpo Kemayoran. Disana Anda akan melihat jejeran motor kustom dari beragam aliran serta builder lokal. Diantaranya salah satu yang menarik adalah Suzuki Thunder 250 karya DiemazMotor. Dengan ubahan ala scrambler, Diemaz sukses mengemas motor lansiran 2005 ini menjadi lebih enak dilihat.

Proses pengerjaan Scrambler dilakukan dengan mengubah sektor rangka, seperti biasa agar kepanjangan bentuk belakang sedikit dikurangi yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tangki serta jok lengkap dengan dudukan baru pada buritan yang dikerjakan secara handmade.

“Rangka kita kustom setengah (half frame) dari tengah ke depan masih original, tetapi untuk bagian belakang tidak. Tangki dan jok juga kustom, bangku jok saya pakai doofleathers coklat biar tidak cepat kotor,” ujar Diemaz. selain rangka ubahan juga dilakuk pada bagian kaki-kaki dan sektor handelbar yang dibuat lebih kokoh. Diemaz memilih sok aftermarket Byson yang dikombinasikan dengan setang lebar khas scrambler lengkap dengan piranti aksesori lain. Seperti lampu utama dan grip dari B-rock, kaca spion milki Zelioni yang akrab digunakan oleh Vespa sampai dengan speedometer klasik keluarga KTC.

Seangkan untuk peredam kejut belakang menggunakan sok keluaran YSS tanpa mengubah dudukan menjadi monoshok. Kesan tangguh juga dihadirkan melalui penggunaan pelek jari-jari keluaran TK Racing yang memiliki diameter 18 inci dan dibungkus ban enduro dari Metzeler. Untuk urusan performa menurut Diemaz untuk mesin sampai saat ini masih standar. supaya terlihat bersih dan menyingkirkan noda ali atau kotoran lainnya, maka blok silinder head dan tengah dibersihkan menggunakan dengan pasir menggunakan metode sandblast.

Hasilnya blok seperti baru tidak ada kotoran atau noda satupun yang nelekat. Sementara untuk membuat suara semakin kuat dilengkapi dengan knalpot kustom yang digarap sendiri. Dana yang dikeluarkan untuk memodifikasi seitar Rp 50 juta untuk semua parts hingga jadi. Lama proses pengerjaannya sekitar hampir dua bulan.

Top