Tahun Depan 8% Mobil di China Adalah Mobil Listrik

Tahun Depan 8% Mobil di China Adalah Mobil Listrik – China dikenal sebagai salah satu negara yang cukup cepat dalam perkembangan dunia otomotifnya. Khususnya perkembangan mobil listrik. Bahkan atas keseriusannya dalam mengembangkan mobil listrik yang notabene ramah lingkungan ini, China bahkan mewacanakan peraturan baru mengenai kuota mobil listrik di Negara tersebut.

Pabrikan Yang Gagal Memenuhi Target 8% Tersebut Harus Membayar Denda Kepada Pabrikan Pesaing Yang Berhasil

Berdasarkan informasi yang Mas Sena lansir dari oto.detik.com 3/5/2017, pemerintah China menyatakan bahwa mulai tahun 2018, 8% kendaraan yang dijual para pabrikan diwajibkan berupa kendaraan bertenaga listrik.

peraturan ini juga mewajibkan pabrikan yang gagal memenuhi target 8% tersebut harus membayar denda kepada pabrikan pesaing yang berhasil mencapai atau bahkan mampu melebihi target yang ditentukan tersebut. Pabrikan pesaing yang dimaksud di sini sepertinya adalah para pabrikan lokal China yang memang sudah begitu giat memasarkan produk mobil listrik mereka. Hal ini memang cukup unik, namun dirasa mungkin cukup efektif.

Di sisi lain, regulasi baru ini di sebut-sebut akan memberikan keuntungan bagi pabrikan lokal yang sudah terlebih dahulu menjadi pemasok mobil listrik terbesar di China seperti BYD dan BAIC yang juga memang mendapat subsidi pemerintah. Di sisi lain, hal ini tentu cukup memusingkan para produsen lain yang belum memiliki produk mobil listrik ataupun hybrid.

Namun demikian, bagi produsen sekelas BMW nampaknya hal tersebut tak akan terlalu merepotkan. Pasalnya, seperti diketahui BMW sudah memasarkan mobil listrik mereka seperti i3, i8, dan plug-in hybrid untuk seri 3 dan 5, dan mereka pun menyatakan bahwa mereka akan siap memenuhi target kuota 8% yang diminta pemerintah China.

Sementara itu, pabrikan asal Eropa lainnya yakni Volkswagen akan menyiasati aturan ini dengan menggandeng pabrikan mobil listrik lokal Anhui Jianghuai Automobile (JAC Motors) untuk berusaha memenuhi kuota sehingga tidak harus membayar denda yang berlaku.

Nah, dengan kebijakan tersebut tentu hal ini memiliki dua sisi positif maupun negatif. Namun yang pasti, hal ini tentu cukup baik bagi perkembangan mobil yang ramah lingkungan yang saat ini memang sedang digalakkan oleh banyak negara.

Top