Nasib Mobil Murah Suzuki 7-Seater Masih Belum Jelas

Suzuki LCGC 7-Penumpang Masih Menggantung – Saat harga dari berbagai model low MPV dengan 7 penumpang mulai merangkak naik di pasaran, konsumen kemudian mencari alternatif dengan memburu turunannya, yakni mobil murah (LCGC/KBH2). Untuk saat ini diketahui masih ada dua merek yang berani bermain di kelas ini, yaitu Toyota dan Daihatsu lewat si kembar Calya dan Sigra. Suzuki pun tampak tertarik untuk ikut terjun di kelas ini namun berusaha untuk tidak terburu-buru.

Suzuki Lcgc 7 Penumpang Masih Menggantung

Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 4W, Makmur, menjelaskan bahwa pihak Suzuki saat ini masih menunggu produk yang benar-benar pas dan cocok sehingga nantinya produk tersebut bakal sesuai dengan harapan tim serta masyarakat Indonesia. Pasalnya, membuat model yang bisa memenuhi harapan itu bukanlah perkara yang mudah.

Makmur mengibaratkan Ertiga yang memang tengah diidentifikasi letak kenyamanan maksimalnya. Mulai dari baris ketiga yang harus melewati sekitar 700 kali setelan hingga orang bisa duduk dengan posisi sempurna, mendapatkan ruangan untuk kepala yang nyaman tanpa harus membuat kaki berjinjit.

Makmur menambahkan bahwa membuat LCGC dengan 7 penumpang sebenarnya cukup mudah. Masalahnya adalah bangku baris ketiga bisa memberikan kenyamanan untuk penumpang atau tidak. Hal itulah yang masih menjadi kendala pihak Suzuki selain juga masih harus memikirkan faktor-faktor lain seperti radius putarnya yang harus mencapai sekian serta beberapa masalah yang lain.

Di India, kabar yang tengah berkembang hangat adalah Wagon R (Karimun Wagon R) sedang dicoba untuk dihadirkan dengan bodi yang lebih panjang dan bertransformasi menjadi produk dengan 7 penumpang. Makmur sendiri menyadari bahwa hal ini sudah menyeruak ke publik, namun SIS tampaknya belum ada niat untuk terjun ke arah sana.

Konsep mobil Suzuki dengan 7-seater ini memang tengah dipersiapkan di India, namun pihak SIS belum tahu akan mengadopsi konsep tersebut atau tidak. Hal ini perlu dipertimbangkan masalah segi kecocokannya dengan masyarakat Indonesia. Pasalnya, orang India dan Indonesia memiliki selera yang berbeda. Masyarakat Indonesia cenderung memiliki selera yang lebih tinggi, baik pada style maupun permintaan akan fitur-fiturnya.

Top