Honda Beat dan Vario Menjadi Motor Bekas yang Paling laris

Honda Beat dan Vario Bekas Paling Laris – Motor bekas terkadang menjadi alternatif masyarakat yang ingin membeli kendaraan roda dua dengan budget yang minim. Tak heran jika memang dealer-dealer motor bekas di Indonesia memang tersebar diseluruh wilayah. Nampaknya dari sekian banyak motor bekas yang dijual, Honda Beat dan Honda Vario merupakan yang paling banyak digandrungi para pembeli yang menggunakan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF), selama periode Januari hingga April 2017.

Honda Beat Dan Vario Bekas Paling Laris

Dilansir dari detikOto 16/Mei/2017 selain kedua tipe motor tersebut, Scoopy juga cukup diminati. “Kan dua tipe itu (BeAt dan Vario) paling favorit yah, diluar itu ada Scoopy tapi itu varian aja, tipe BeAt low end-nya, high end-nya ada Vario,” ujar Direktur Keuangan FIF, Hendry Christian.

Di sisi lain, jenis motor matik memang menjadi jenis motor paling mendominasi pembiayaan dibanding dengan jenis lainnya. Bahkan melebihi motor bebek yang menjadi urutan kedua motor bekas yang menggunakan pembiayaan. “Sport masih kecil relatif ya dibandingkan dengan, jadi terbesar itu masih di matik, kedua terbesar di bebek, lalu baru sport, tapi angkanya saya tidak hafal,” tutur Hendri.

Namun besarnya kedua model ini karena pembiayaan PT FIF hanya berlaku pada merek Honda. Hal ini karena Honda merupakan sesama grup Astra. “Motor bekas khusus Honda, karena FIF Group ini kan Astra, jadi kita hanya membiayai produk sesama grup kita di Astra, diluar itu enggak ada, untuk sepeda motor yah,” kata Hendri.

Sementara itu, jika pada jenisnya merupakan motor matic yang paling banyak mendominasi, untuk wilayahnya pula Jawa merupakan yang paling berkontribusi dalam pencapaian FIF. “Jadi memang luar Jawa itu setelah tahun 2012, setelah ada penurunan harga komoditas batu bara, sawit, itu kan mulai terjadi penurunan sampai dengan tahun 2015-lah, baru 2016 kita mulai perlahan naik lagi, tahun ini juga kan saya dengar batu bara sudah naik lagi, jadi juga mulai tumbuh yang diluar Jawa. Tapi kalau dilihat secara komposisi yang di Jawa dan luar Jawa, Jawa masih lebih besar,” ungkap Hendri.

Top