Biaya R&D Tujuh Produsen Besar Jepang Membengkak

Biaya R&D Tujuh Raksasa Mobil Jepang Membengkak – Tidak ingin tertinggal akan perkembangan industri otomotif, belanja penelitian dan pengembangan tujuh produsen mobil besar Jepang membengkak. walau dari sisi pendapatan mengalami perlambatan. Total dana yang dikeluarkan diperkirakan mencapai rekor 2,85 triliun atau sekitar RP 341 triliun pada tahun fiscal 2017. Mereka mulai merangkak untuk mencapai keberhasilan terkait teknologi mengemudi secara otonomos.

Angka tersebut naik sampai 7 persen dari tahun fiskal sebelumnya. Honda Motor, Suzuki Motor dan Subaru akan menghabiskan dana paling banyak. Sementara Toyota Motor an Nissan Motor akan mempertahankan rekor pengeluaran mereka seperti di tahun fiskal 2015. Lalu Mitsubishi Motor meningkatkan pengeluarannya sebesar 20 persen. Padahal keuntungan operasional mobil terlihat menyusut sekitar 10 persen dari tahun fiskal 2016, atau sekarang menjadi 3,86 triliun yen atau setara dengan Rp 462 triliun, karena perlambatan pasar utama mereka di Amerika Utara.

Namun perusahaan rela meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan mobil ramah lingkungan, otonomos, dan teknologi baru lainnya. Ditambah lagi dengan biaya outsourcing yang meningkat, ditengah kekurangan tenaga kerja di Jepang. Toyota diperkirakan akan meningkatkan belanja R&D 1 persen pada tahun fiskal ini menjadi 1,05 triliun yen atau Rp 125 triliun. Dari pada memberi keuntungan jangka pendek sebagai prioritas utama, kami akan terus berinvestasi di masa depan.

Semakin berat beban keuangan karena investasi R&D, seharusnya membuat setiap produsen mobil perlu melakukan pengembangan lebih efisien. salah satu kunci dengan memanfaatkan keahlian dan bakat dari perusahaan lain. Honda mengembangkan sistem penggerak otonom dengan Waymo yang berafiliasi dengan Google. Presiden Honda Takahiro Hachigo mengatakan, perusahaan tersebut berfokus pada inovasi terbuka yang menjamin pengetahuan dari industri lain.

Pada 2016 lalu Toyota menciptakan unit R&D artificial intelligence di Amerika Serikat yang dipimpin oleh pakar dari luar perusahaan (eksternal). Toyota juga telah memutuskan untuk bermitra dengan Nvidia. Kedua usaha tersebut demi mempercepat pengembangan teknologi. Merek pesaing dari luar Jepang juga meningkatkan pembelanjaan Litbang. Volkswagen menghabiskan 13,6 miliar euro atau sekitar Rp 203 triliun pada 2016, dan naik 0,4 persen pada tahun ini.

Top