Sukses Kini Calya Jadi sandaran Baru Toyota di Segmen MPV Murah

Calya Jadi Sandaran Baru Toyota di Segmen MPV Murah – Calya adalah salah satu pemain baru di segmen MPV murah atau entry MPV. Ia diakui berhasil mengisi salah satu kolom cerita positif Toyota di Indonesia. Model ini juga mampu menjadi yang paling sukses diantara pemain lain dikelasnya bahkan jika dibandingkan dengan saudara kembarnya Daihatsu Sigra. Ini juga yang menjadi pemicu mulai dinamisnya pasar MPV nasional.

Calya yang masuk kategori low cost green car (LCGC)atau Kendaraan Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) menciptakan level baru di segmen mobil serbaguna, menjelma menjadi sosok mobil yang mewakili kebutuhan orang dengan bandrol yang jauh lebih terjangkau. Dari Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sejak Calya-Sigra datang, pasar MPV jadi semakin dinamis. dan tentu saja berkembang drastis. Calya yang lahir pada Agustus 2016 lalu hingga April 2017 sudah mencapai 80.000 unit.

Pada tiga bulan pertama 2017 mobil yang diklaim memiliki kapasitas 7 penumpang murni ini terjual 26.928 unit. Calya memberikan kontribusi 54,5 persen terhadap pasar LCGC, sekaligus menyumbang 17,4 persen di pasar MPV secara nasional. Perolehan ini berada jauh diatas persaingan seperti Daihatsu Sigra- pesaing setengah saudara atau Daihatsu Go yang angka penjualannya masing-masing 9.904 unit dan 2.344 unit pada periode yang sama.

Pada saat awal kemunculannya Calya sempat pernah menyeruduk sang kakak Toyota Avanza. Namun untuk menggeser sang kakak rasanya masih cukup sulit karena sampai saat ini Avanza masih kuat di segmen MPV. Calya melahirkan fenomena sendiri. Berspesifikasi terbatas sebagai kendaraan LCGC, mobil ini dianggap mampu memenuhi ekspektasi sebagai masyarakat Indonesia yang memang menyenangi jenis kendaraan keluarga MPV.

LCGC diawali dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2013 yang kemudian diikuti keluarnya Peraturan Menteri Perindustrian No.33/M-IND/PER/7/2013 tentang pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau. Intinya pemerintah memberikan insentif kepada mobil yang mampu memenuhi spesifikasi tertentu. Pengembangna produksi LCGC merupakan bagian kebijakan pemerintah mendorong peningkatan kemampuan industri otomotif nasional dengan fasilitas berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PpnBM).

Top