Mengintip Render “Hatchback” Proton Berbasis Geely

Render Proton Satria Neo Tersebar – Baru-baru ini SUV pertama Malaysia yang memiliki nama Proton Bayu sudah tersebar di dunia maya. Proton Bayu sendiri diketahui merupakan hasil kolaborasi dari merek China Geely dengan Proton Malaysia. Menyusul kemunculan sketsa Proton Bayu tersebut, kini giliran hatchback bernama Proton Satria Neo yang rendernya tercium publik.

Render Proton Satria Neo Tersebar

Gambar rendering dari hatchback anyar Proton yang dibuat oleh Theophilus Chin ini sudah beredar di internet dan menjadi perbincangan hangat setelah terjalinnya kerjasama antara Geely dan Proton. Render yang telah dikeluarkan oleh pihak Proton itu memperlihatkan tampilan Proton Satria Neo yang tampak berbeda karena menggunakan basis Geely GS Sport.

Hatchback baru Proton yang memiliki tiga pintu itu diperkirakan juga bakal dibuat dengan sangat tipis. Meski begitu, kemungkinan ini tetap masih berupa gagasan yang sangat menarik untuk dikembangkan lagi.

Hatchback Satria Neo sendiri dirilis pertama kali pada tahun 2016 yang lalu. Satria Neo dibuat sebagai pengganti dari model Satria. Mobil ini menjadi pilihan yang cocok bagi mereka yang menggemari dunia motorsport karena Neo sudah mendapatkan homologasi FIA yang membuatnya bisa digunakan dalam ajang reli dan balapan. Dilihat dari tampilannya sendiri, Satria Neo mengusung desain yang elegan namun tetap sporty.

Meski begitu, sepak terjang mobil ini di pasaran memang tampaknya masih kurang baik. Hal ini karena Proton Satria Neo pernah memperoleh hasil penjualan yang kurang memuaskan. Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada sempat dihentikannya produksi untuk mobil ini hingga penghujung tahun 2015. Pada selang waktu sembilan tahun ini, Satria Neo telah memiliki komunitas dan penggunanya sendiri di antara para pengguna Proton. Hal ini bisa terjadi tentu tak lepas dari dongkrakan popularitas lewat model terbatas, Proton Satria Neo R3 Lotus Racing dan Neo S2000.

Jika dilihat Satria Neo yang baru sepertinya tak bisa dipastikan bakal menjadi volume maker alias terjual banyak. Namun ada kemungkinan jika produk ini akan dilahirkan kembali di masa depan. Indonesia yang notabene menjadi pasar terbesar di ASEAN tentu menjadi target yang dituju produk ciptaan Geely dan Proton tersebut.

Top