Inovasi Renault dalam Mengolah Limbah Baterai Mobil Listrik

Renault Temukan Cara Mengolah Limbah Baterai Mobil Listrik – Terkait dengan masalah polusi udara, mesin-mesin mobil konvensional saat ini harus berhadapan dengan mobil listrik yang tentu saja lebih ramah terhadap lingkungan. Akan tetapi dalam jangka panjang, mobil listrik juga menimbulkan masalah tersendiri. Masalah itu tak lain adalah limbah baterainya yang juga bisa berbahaya bagi lingkungan di sekitar.

Renault Temukan Cara Mengolah Limbah Baterai Mobil Listrik

Perusahaan asal Perancis, Renault baru-baru ini  telah menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Renault diketahui berkolaborasi dengan perusahaan Powervault serta perusahaan listrik Marks & Spencer Energy untuk memanfaatkan baterai otomotif agar bisa dipakai di rumah dan berbagai aplikasi real estate yang lain.

Setelah baterai tersebut dioperasikan selama delapan hingga sepuluh tahun pada kendaraan listrik, baterai mobil tidak akan bisa lagi digunakan untuk mendukung aplikasi otomotif. Meski begitu, baterai mobil listrik ini masih memiliki kapasitas yang cukup untuk dipakai dalam penggunaan lain.

Setelah itu, baterai akan dikeluarkan oleh produsen mobil dan kemudian diuji kembali. Baterai tersebut lalu akan dikemas lagi ke dalam unit penyimpanan yang ada di rumah oleh perusahaan yang menjadi mitra dari Renault, yakni Powervault. Setelah diuji, baterai mobil itu akan diberi masa sewa kedua sehingga nantinya baterai mobil listrik yang sebelumnya sudah pernah digunakan ini akan bisa dipakai lagi selama sepuluh tahun.

Program uji coba selama setahun akan segera dimulai pada bulan depan di Inggris. Negara ini dipilih karena perusahaan Marks & Spencer Energy yang bekerja sama dengan Renault telah mendistribusikan sekitar 50 unit baterai untuk berbagai penggunaan. Sejumlah sekolah dan penyewa perumahan sosial juga tampaknya akan menjadi target yang menerima pasokan dari baterai ini.

Sumber listrik yang dihasilkan dari baterai electric vehicle (EV) tersebut, diprediksi sanggup menekan biaya penggunaan listrik rumah tangga hingga mencapai 30 persen. Jika cara pengolahan limbah baterai yang dilakukan Renault ini berhasil, maka sistem ini akan dihadirkan untuk pasar yang lain dan kemungkinan juga akan dipakai oleh merek aliansi Renault, seperti Nissan dan Mitsubishi.

Top