Terkait “Mobil Hijau”, Merek Jepang Kini Mulai Merangkak di China

Merek Jepang Kejar Ketertinggalan Mobil Ramah Lingkungan di China РPembatasan usaha patungan antara perusahaan mobil  asing dan domestik yang selama ini cukup menjadi masalah bagi para pabrikan mobil pada awal pekan ini baru saja dicabut oleh pemerintah China. Sebelumnya dengan adanya pembatasan tersebut, merek mobil asing hanya diperbolehkan membangun operasi gabungan dengan jumlah rekan maksimal dua di China.

Merek Jepang Kejar Ketertinggalan Mobil Ramah Lingkungan Di China

Namun, kini merek mobil asing diperbolehkan pemerintah China untuk membentuk kemitraan baru (ketiga) dengan para produsen mobil lokal ketika menggunakan proyek mobil ramah lingkungan, baik itu listrik maupun hybrid.

Deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah China ini secara otomatis membuka kesempatan untuk mengembangkan kemitraan baru sekaligus peluang yang cukup bagus bagi para produsen mobil asal Jepang. Hal ini bisa membantu meningkatkan produksi kendaraan listrik.

China sendiri saat ini memang tengah menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Akan tetapi, pembuat mobil dari Jepang di negara ini masih cukup tertinggal jika dibandingkan dengan merek-merek lain asal Eropa dan Amerika. Hanya Nissan Motor lah yang saat ini diketahui sebagai merek asal Jepang yang menawarkan kendaraan listrik Leaf, dimana usaha patungannya dengan Nissan China hingga saat ini hanya terbatas pada satu perusahaan saja, yakni Dongfeng Motor.

Pengetahuan (know-how) yang diperlukan untuk memproduksi dan menjual kendaraan listrik memang berbeda dengan mobil bensin. Sehingga membangun mitra dengan produsen lokal akan membuat merek asing, terlebih Jepang bisa mencari informasi tentang pasar lokal sekaligus menjadi sarana yang efektif untuk memanfaatkan gelombang pertumbuhan pasar.

Tahun 2018 mendatang, pemerintah China akan mewajibkan merek mobil untuk menjual kendaraan listrik dan plug-in hybrid dengan jumlah tertentu. Dengan adanya rencana tersebut, respons merek Jepang saat ini memang sangat diharapkan dan kemajuan produksi “green car” harus dipercepat.

Tahun depan, Toyota Motor akan menghadirkan plug-in hybrid sedangkan Honda Motor akan memperkenalkan kendaraan listrik. Sekarang sudah lumayan banyak produsen Jepang yang mempunyai usaha patungan produksi dan penjualan dengan dua mitra lokal, seperti contohnya kerja sama antara Toyota dengan FAW Group dan Guangzhou Automobile Group.

Konsultan di Arthur D . Little Japan berpendapat bahwa kondisi ini akan menguji strategi produsen mobil Jepang.

 

Top