Komentar Honda Terhadap Harga Wuling

Honda Optimis Atas kehadiran Wuling – Pabrikan mobil asal China memang diketahui sedang mempersiapkan mobilnya untuk meluncur di Indonesia. Bahkan spesifikasi dan harga dari mobil ini telah beredar luas dan menjadi perbincangan yang menarik. Apalagi harganya, yang di mana Wuling dikabarkan akan membanderolnya dengan harga Rp 130 juta hingga Rp 165 juta membuat banyak pihak menilai kehadirannya akan “membunuh” keberadaan mobil-mobil LCGC.

Honda Optimis Atas Kehadiran Wuling

Menanggapi hal tersebut, Honda nampaknya cukup optimis dan yakin bahwa kehadiran Wuling tidak akan berdampak pada mobil mereka. Honda dengan Brio nya yang merupakan mobil di segmen LCGC, diklaim telah memiliki konsumen tersendiri sehingga kehadiran Wuling diyakini tidak akan mempengaruhi Honda.  “Kita cukup yakin, karena konsumen Brio itu berbeda, memang hal ini buat konsumen baik (semakin banyak pilihan-Red). Tinggal konsumen Indonesia bersedia menerima atau tidak. Karena membeli mobil itu tidak hanya harga saja,” ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta.

Disisi lain, Honda juga menilai bahwa mobil milik Wuling yang merupakan mobil MPV dinilai tidak akan langsung memakan segmen SUV. “SUV itu tumbuh karena konsumen ingin SUV. Ini konsumen berbeda, tidak bisa disamakan dengan 7 penumpang. Konsumen yang ingin hatchback ya hatchback, sedan ya sedan, MPV ya MPV, tiba-tiba makan market SUV? Semua itu tidak terjadi,” lanjutnya.

Dirinya menambahkan dan mengharapkan masuknya Wuling ke Indonesia, dapat memperbesar pasar MPV. “Mudah-mudahan. Ini perlu pembuktian, karena kita punya sejarah mobil dan motor murah (sudah ada mobil dan motor murah sebelum lahirnya Wuling-Red). Secara fitur, value dan dukungan financing,” tambahnya.

Dia juga menambahkan kedatangan Wuling dengan harganya yang cukup murah dibanding dengan pesaing disegmen yang sama, menurutnya tidak akan mengacaukan harga pasaran MOV di Indonesia. Menurutnya, meskipun menyasar segmen yang sama, namun segmen konsumen yang diraih akan berbeda. “Kita sudah perkirakan, konsumennya berbeda. Kita (Honda) dengan Toyota saja berbeda, apalagi dengan mobil China. Ini akan ada spesifikasi konsumen, karena orang menghitung uang dulu baru beli mobil, setelah itu baru menentukan yang 5 kursi atau 7 kursi, setelah itu baru lihat modelnya,” pungkasnya.

Top