Donald Trump Kritik Ford Focus Asal Meksiko

Komentar Donald Trump Terhadap Mobil Kompak Focus – Lagi-lagi Donald Trump berkomentar yang tidak enak terhadap salah satu merek mobil yakni  kompak Focus generasi baru asal Meksiko. Kritikan yang dilayangkan oleh presiden AS membuat Ford merekintruksi strateginya. Justru merek belogo biru akan melakukan pengiriman dari China ke Amerika Utara pada 2019 mendatang.

Joe Hinrichs mengatakan diskusi pergeseran terhadap produksi mobil kecil dari Meksiko ke China sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Hal ini adalah keputusan investasi manufaktur yang sangat besar dan pertama yang dibuat oleh Jim Hackett. Dengan adanya keputusan tersebut ini menandakan strategi Ford akan sangat berbeda. Keputusan yang dilakukan Ford merespon adanya bahan bakar rendah dari permintaan konsumen Amerika Serikat dengan dilakukannya penekanan terhadap mobil-mobil kecil, namun tetap melakukan peningkatan terhadap produksi mobil besar seperti truk dan SUV.

Salah satu tujuan Ford melakukan strategi ini adalah untuk menekan modal. Produksi yang dilakukan di Meksiko terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan produksi di China, namun masalahnya bukan tentang biaya. Saat ini Ford telah melakukan retool pabrik untuk memproduksi Focus yang ada di China. Seharusnya produksi Focus cukup dilakukan di satu tempat saja tidak harus dilakukan di dua tempat karena akan banyak mengeluarkan biaya.

Ford akan fokus memproduksi di satu tempat, sementara produksi di Wayne Michigan, Amerika akan diberhentikan pada pertengahan 2018 mendatang. Pabrik tersebut akan dialih fungsikan untuk memproduski truk menengah Ranger dan SUV menengah Bronco pada 2020 mendatang. Saat ini Ford masih menjadi eksportir utama ke China dengan pengiriman sekitar 80.000 unit pertahun dari Amerika Utara, Sementara penjualan Ford Focus sendiri di Amerika Utara turun sampai 22 persen di 2017 ini.

Turunnya penjualan mobil kecil dipicu dengan menurunnya harga BBM itu sebabnya masyarakat lebih memilih kendaraan yang lebih besar. Terkait hal yang tengah ramai diperbincangkan Amerika Serikat sendiri masih belum berkomentar apapun.

Top