Pasar Mobil Nasional Tahun Ini Lebih Suram Dari Tahun Lalu, Inilah Penyebabnya

Pasar mobil nasional – Setelah dipastikan pada akhir tahun ini tidak akan mencapai target penjualan motor ada kabar yang kurang mengenakkan kembali berhembus terkait industri mobil nasional. Pasalnya tahun ini dipastikan menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang catatan penjualannya bisa dibilang kurang menyenangkan. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi bahkan sampai membuat pernyataan jika estimasi asosiasi yang ditetpakan 1,25 juta unit tetap tidak akan dapat dicapai pada putaran akhir tahun 2014. Apakah penurunan in terjadi akibat pengaruh kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubisdi dalam waktu dekat ini? Kita lihat yuk.

pasar mobil nasional menurun ketimbang tahun lalu

“Pada Bulan Desember ini saja dapat kita kalkulasi angka maksimal penjualan yang hanya mencapai 90.000 unit mobil saja tentu cukup mengecewakan. Artinya setelah kita kalkulasi dengan cermat pada akhir tahun ini jika ditotal secara keseluruhan akan mengalami angka penjualan akhir pada kisaran 1,20 – 1,22 juta saja yang jauh lebih kecil dari total pencapaian tahun lalu,” papar Sudirman di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (17/12/2014).

Sudirman sendiri menjelaskan jika kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dapat memukul jatuh daya beli masyarakat penggiat otomotif tanah air. Selain faktor kenaikan harga BBM bersubsidi kondisi ekonomi negara yang sekarang berada dalam kondisi yang kurang stabil sontak membuat para pebisnis otomotif untuk bersikap hati-hati. Kewaspadaan ini berlaku dalam jumlah mobil yang diproduksi  menjadi begitu terbatas untuk menyesuaikan kondisi perekonomian tersebut. Selain itu budget untuk pemasaran mobil juga dikurangi beberapa persen dari anggaran yang biasanya karena hasil penjualan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Berkaca pada kondisi tersebut lanjut Sudirman maka hasil akhir untuk pasaran otomotif nasional pada tahun 2014 hanya mencapai estimasi 1,22 juta unit yang masih ditambah dengan serbuan dari mobil ekspor yang mencapai sekitar 200.000 unit maka bisa dipastikan jika produksi mobil maksimal akan mencapai 1,42 juta unit saja. Sudirman berharap pada awal tahun fiskal 2015 yang akan dilakukan beberapa penambahan kapasitas pabrik anggota Gaikindo sehingga dapat menggenjot kekuatan produksi nasional hingga mencapai 2 juta unit.

“Hal itu berarti kapasitas produksi mobil tanah air hanya digunakan maksimal 75% saja sehingga kita masih bisa mencukupi kebutuhan pasar dan ekspor,” ujar Sudirman. Baca juga Mobil Terlaris Di Indonesia Tahun 2014 dan Taksi Astra saingi Blue Bird.

Top