Akankah Vespa Diproduksi di Indonesia?

Vespa di Indonesia Masih Impor – Vespa menjadi salah satu motor yang memiliki pangsa pasar cukup besar di Indonesia. Vespa yang saat ini di Indonesia di pegang oleh PT Piaggio Indonesia (PID) ini memang terbilang cukup memiliki pasar yang besar sebagai motor dengan harga dan segmen khusus yang ditujunya. Namun demikian, hal tersebut tak lantas membuat sang pemegang merek yakni PT Piaggio Indonesia (PID) tertarik untuk memproduksinya di dalam negeri. PT PID sepertinya masih nyaman untuk menjual varian skuter ini dengan mendatangkannya dari luar negeri.

Vespa Di Indonesia Masih Impor

Tak heran jika harga Vespa memang saat ini dikenal sebagai motor dengan harga yang cukup mahal. Hal yang berbeda tentu akan terjadi jika produksinya dilakukan di dalam negeri yang akan menekan harga jualnya. Dengan harga jual yang lebih terjangkau tentunya juga tak hanya menguntungkan konsumen namun juga menjadikannya memiliki pangsa pasar yang lebih luas lagi.

Namun, PT PID pun rupanya tetap memiliki rencana untuk melakukan produksinya di dalam negeri meskipun masih dibicarakan. Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pemasaran PT PID Andre Sanyoto yang mengatakan jika pihaknya saat ini masih mengimpor untuk semua varian Vespa yang dijual di Indonesia, namun opsi untuk produksi dalam negeri menurutnya masih terus dibicarakan. “Pilihan seperti itu, produksi lokal, assembling tetap jadi analisa kita. Tapi memang belum ke sana (dalam waktu dekat),” ujar Andre yang Mas Sena lansir dari otomotif Liputan 6.

Menurutnya, PT PID tidak hanya membicarakan mengenai regulasi dari pemerintah terkait hal tersebut ataupun volume penjualan agar dapat melakukan produksi lokal. Pihaknya juga disebut memiliki rencana jangka panjang yang harus dipertimbangkan dengan sangat matang yang memang membuatnya benar-benar harus dipikirkan. “Kita lihatnya secara keseluruhan. Total produksi, supply chain, dan kalau produksi di sini perizinan juga harus dipertimbangkan, dan sesuatu di sini kita harus long term (jangka panjang). Tidak mungkin di sini hanya berapa tahun dan selesai,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengatakan bukan berarti rencana produksi lokal dari PID ini tidak akan terlaksana. Bahkan hingga saat ini pihaknya disebut masih terus melakukan studi dan membicarakannya serta merencanakan suplier saat nantinya produksi lokal dilaksanakan.

Top