Usai Skandal Emisi, Mitsubishi Akhirnya Dapat Rapor “Hijau”

Pasca Skandal Emisi, Penjualan Mitsubishi Mulai Meningkat – Mitsubishi Motor yang menjadi bagian baru dari aliansi Nissan, terlihat mengalami peningkatan laba operasi (operating profit) nyaris lima kali lipat pada kuartal pertama tahun fiskal 2017 (April hingga Juni) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu saat merek ini ditimpa skandal emisi bahan bakar yang memakan keuntungannya.

Pasca Skandal Emisi Penjualan Mitsubishi Mulai Meningkat

Laba operasi Mitsubishi meningkat menjadi 20,72 miliar yen atau Rp 2,4 triliun dari yang sebelumnya hanya memperoleh 4,62 miliar yen atau Rp 552 miliar.

Chief Financial Officer (CFO)  Mitsubishi, Koji Ikeya menuturkan jika laba bersih rebound dari kerugian tahun lalu, meningkat menjadi 22,97 miliar yen yang setara dengan Rp 2,7 triliun dari kerugian 129,72 miliar yen atau 15,5 triliun pada kuartal pertama 2017.

Kenaikan laba ini terjadi karena Mitsubishi tampaknya sudah mulai berhemat sebab joint purchasing yang dilakukan dengan aliansi Renault-Nissan bisa meningkatkan jumlah pendapatannya.

Mitsubishi sendiri mengharapkan jika penghematan bisa dilakukan hingga 25 miliar yen (Rp 2,9 triliun) pada tahun fiskal berjalan dengan menjalin koordinasi yang baik bersama mitra barunya. Mitsubishi memang sempat terpuruk pada tahun lalu terkait kasus kecurangan emisi bahan bakar yang menimpa beberapa modelnya yang dijual di Jepang.

Skandal tersebut rupanya memberikan peluang bagi Nissan untuk menguasai 34 persen saham Mitsubishi. Pihak Mitsubishi juga terus mengoptimalkan sinergi lewat keanggotaannya dalam aliansi Renault-Nissan serta berharap jika 90 persen penghematan pada tahun ini bisa dilakukan lewat pembelian bersama.

Perbaikan yang lain dilakukan melalui anak perusahaan Nissan di pasar global seperti Australia, Kanada dan Selandia Baru, di mana pada kawasan tersebut Mitsubishi memang tidak bisa menawarkan pembiayaan sendiri sebelumnya. Jasa pembiayaan ini pun sudah ada di Thailand.

Marjin laba usaha meningkat ke 4,7 persen di kuartal pertama tahun fiskal 2017, sehingga membawanya ke jalur yang benar untuk bisa mencapai marjin laba operasional berkelanjutan pada level 6 persen yang sudah ditarget bisa diraih dalam dua tahun.

Peningkatan penjualan ini juga mampu memulihkan kondisi Mitsubishi meskipun masih terdapat sedikit kerugian dari kurs valuta asing. Kendati demikian, jumlah total pendapatan naik 3 persen menjadi 440,90 miliar yen atau Rp 52 triliunan.

Penjualan retail global meningkat 9 persen menjadi 241.000 unit. 43 persen peningkatan penjualan berada di kawasan Asia Utara karena bisnis cepat di China yang mampu menambah jumlahnya dari 15.000 unit di tahun lalu menjadi 24.000 unit.

Namun, penjualan justru anjlok di Amerika Utara sebesar 5 persen atau 360.000 unit. Sedangkan Eropa juga mengalami penurunan menjadi 46.000 unit di kuartal ini.

Top