Toyota Indonesia Boyong “Sienta Euro VI” ke Singapura

Sienta Sudah Mulai Diekspor ke Singapura Sejak Akhir 2016 – Model multi purpose vehicle milik Toyota Indonesia yang terkenal dengan pintu gesernya, Toyota Sienta ternyata sudah mulai masuk ke pasar otomotif Asia Tenggara. Mobil ini diketahui telah diekspor oleh Toyota Indonesia ke Singapura sejak penghujung tahun 2016 lalu. Singapura memang telah menjadi salah satu target ekspor Sienta menyusul Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Sienta Sudah Mulai Diekspor Ke Singapura Sejak Akhir 2016

Kendati demikian, mulai bulan Agustus ini akan ada sesuatu yang berbeda dari Sienta yang diboyong oleh Toyota Indonesia ke Singapura tersebut. Pasalnya, kini mobil itu telah memenuhi standar emisi Euro VI dari model sebelumnya yang masih mengandalkan mesin dengan Euro IV.

Vice President TMMIN, Edward Otto Kanter menjelaskan bahwa Euro VI yang dipakai oleh model ini levelnya sudah sama seperti spesifikasi kendaraan yang ada di Eropa, dimana Sienta yang diminta memang sudah harus memenuhi hal tersebut. Karena produk milik Toyota Indonesia ini memang sudah diterima maka mobil itu pun siap untuk diboyong ke Singapura pada tahun ini.

Sementara itu, Director Business Management, Technical and Internal Audit, Yui Hastoro ketika disinggung soal hal ini mengatakan jika Sienta yang tahun ini diekspor ke Singapura masih sama dengan model Sienta yang sekarang dipasarkan. Ini berarti bahwa Sienta yang diekspor tersebut belum facelift.

Yui menambahkan jika perbedaan Sienta yang dikirim ke Singapura tahun ini dengan model sebelumnya hanya pada standar emisinya saja yang telah menggunakan Euro VI. Sedangkan untuk modelnya sendiri, Sienta masih belum mendapatkan perubahan alias belum facelift. Usia dari mobil ini pun juga masih satu tahun lebih jadi sepertinya wajar jika tampilannya belum disegarkan.

Sienta yang akan dipasarkan di Singapura ini diklaim sebagai produk pertama produksi  Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang sudah memakai standar emisi berlevel tinggi, Euro VI. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa produksi TMMIN di masa mendatang sangat memungkinkan untuk bisa mencapai regulasi emisi yang ketat seperti di Eropa.

 

Top