Pasar Sedikit Menurun, AHM Potong Jam Kerja Produksi

Tingkat Pasar Menurun, AHM Tekan jam Kerja Produksi – Minat konsumen di segmen pasar otomotif roda dua dalam negeri semester pertama ini diketahui masih belum membaik. Bukan sebuah alibi semata mengingat jika mendasarkan dari data yang diambil distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), secara total keseluruhan mengalami penurunan mencapai 8,85 persen.

Tingkat Pasar Menurun Ahm Tekan Jam Kerja Produksi

Fakta tersebut tentunya akan sangat berdampak kuat pada setiap kegiatan produksi yang volumenya kemungkinan bakal dikurangi atau menyesuaikan pasar. Hal tersebut juga telah diterapkan oleh salah satu produsen sepeda motor, Astra Honda Motor (AHM) yang walaupun mengatakan belum merevisi target produksi namun pihaknya telah mengaku sudah mengurangi jam kerja produksi.

“Memang saat ini pasar sepeda motor sedang turun, di mana pabrik kami kalau dari jam kerja ada pengurangan. Jadi begini saja, kalau dahulu tiga shift tapi sekarang menjadi dua shift, dan jika sebelumnya dalam satu bulan ada lima kali overtime, tapi sekarang hanya dua kali, menyesuaikan saja,“ ujar David Budion selaku Production, Engineering, and Procurement Director AHM pada Kamis (28/7/2017).

Di sisi lain, terkait dengan apakah penyesuaian yang akan dilakukan juga dengan menerapkan pengurangan jumlah karyawan, dalam hal ini David menampiknya. Pasalnya, pihaknya menyebutkan kalau pekerja yang dimiliki adalah aset yang sangat berharga, bahkan yang statusnya kontrak. Baginya, hal itu bukan cara terbaik untuk menekan jumlah produksi.

“Soal pengurangan, itu tidak boleh, kami menyebut karyawan kami itu aset. Bahkan kalau karyawan kontrak sering diganti maka bisa mengurangi kualitasnya,” ujar David.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa untuk saat ini, total karyawan keseluruhan yang dimiliki mencapai 23.500 orang dengan komposisi setiap karyawan kontraknya sekitar 30 persen sampai 40 persen. Di sisi lain, AHM sendiri diketahui telah memiliki lima pabrik yang berlokasi di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang, di mana keempat dan kelima berdiri bersandingan, di Kawasan Industri Indotaisei yang lokasinya berada di Kota Bukit Indah, Karawang, Jawa Barat.

Top