Mercedes-Benz Siap Perjuangkan Mesin Diesel

Mercedes-Benz Siap Benahi Mesin Diesel – Keberadaan mobil bertenaga listrik saat ini memang cukup mengancam keberadaan mobil-mobil dengan mesi bensin ataupun diesel. Hal ini tentu tidak lepas dari emsisi yang diciptakan dari mesin bertenaga fosil tersebut yang dianggap membuat pencemaran ataupun polusi udara. Tak hanya itu, bahkan Pemerintah Inggris baru-baru ini menargetkan negaranya akan terbebas dari polusi dengan melarang mobil bermesin diesel pada tahun 2025 mendatang.

Mercedes Benz Siap Benahi Mesin Diesel

Melihat kondisi saat ini, di mana mesin diesel yang semakin terancam keberadaanya, Mercedes-Benz rupanya berusahan untuk tetap mempertahankan mesin diesel agar tidak punah. Pabrikan otomotif asal Negeri Adolf Hitler tersebut akan berjuang dan berusaha membuat mesin diesel ini menjadi ramah lingkungan.

Mesin diesel memang dianggap sebagai mesin yang paling membuat polusi. Apalagi setelah terungkapnya skandal emisi pabrikab Volkswagen dan beberapa pabrikan lainnya mesin diesel ini seolah semakin dibenci. Dilansir dari Motor1, Mercedes akan mulai memperjuangkan mesin diesel ini dengan melakukan langkah awal penyelidikan ulang secara menyeluruh terhadap kasus skandal emsisi terhadap beberapa pabrikan.

CEO Mercy Daimler Dierer Zetsche meyakini bahwa mesin dieseil ini memang layak untuk diperjuangkan dan harus dipertahankan dengan memperbaikinya menjadi mesin yang ramah lingkungan. Hal ini memang mau tak mau haru dilakukan guna memenuhi peraturan yang ada sebelum mobil listrik menguasai jalanan. “Diesel layak diperjuangkan,” ungkapnya. Tak hanya itu, dirinya juga meyakini jika mesin diesel nantinya akan memiliki peranan penting dalam peralihan menuju mobilitas listrik. “Sampai saat itu, pengurangan CO2 selanjutnya akan dicapai melalui mesin pembakaran dan di sini diesel akan memainkan peran penting,” tambahnya.

Mercy pun membuktikan komitmennya untuk dapat memperjuangkan mesin diesel dengan melakukan recall yang diumumkan pekan lalu yang melibatkan lebih dari tiga juta kendaraan diesel dari perusahaan tersebut. Bahkan tidak tangung-tanggung, dana senilai $256 juta atau setara dengan Rp 3,4 triliun diperkirakan digelontorkan oleh perusahaan asal Jerman tersebut untuk idenya membenahi sistem pembuangan perangkat lunak. Hal ini pun menjadi sebuah harapan besar akan terciptanya mesin diesel yang lebih ramah lingkungan.

Top