Toyota Indonesia Belum Lirik Pasar Eropa untuk Ekspor

Toyota Indonesia Belum Tertarik Ekspor ke Eropa – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah berkiprah lebih kurang 30 tahun dalam urusan ekspor mobil secara utuh atau yang lebih populer dengan sebutan completely built up (CBU) yang produksinya dilakukan di dalam negeri. Nilai ekspor yang diperoleh TMMIN mampu menyentuh angka 19 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 250 triliun dengan total 80 negara yang menjadi target ekspornya.

Toyota Indonesia Belum Tertarik Ekspor Ke Eropa

Kendati demikian, TMMIN terlihat belum berminat untuk memboyong mobil ke Eropa yang menjadi salah satu pasar kendaraan roda empat terbesar. Director Administration Corporate & External Affairs TMMIN, Bob Azam menuturkan jika perseroan masih belum tertarik dengan pasar Eropa dan lebih mencondongkan pilihan ke negara-negara berkembang.

“Eropa itu yesterday country, jadi buat apa ke sana, dan lebih fokus pada today country, seperti di antaranya pasar Indonesia, Thailand, dan juga India. Kemudian ke tomorrow country seperti Vietnam yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik,” ujar Bob, KompasOtomotif, Selasa (01/08/2017).

Tak hanya itu, Bob mengatakan jika alasan Toyota Indonesia belum melirik pasar Eropa untuk ekspor adalah karena menganggap jika menetapkan target untuk daerah-daerah yang sudah mempunyai hubungan perdagangan bebas dengan Indonesia merupakan pilihan yang lebih baik. Langkah ini dipercaya bisa membuka pagar pembatas untuk bisa masuk lebih mudah ke pasar negara yang akan dituju.

Negara-negara yang memiliki hubungan perdagangan bebas dengan Indonesia inilah yang akan menjadi fokus target Toyota Indonesia untuk ekspor. Apalagi negara-negara tersebut memang belum mapan dalam bidang industri sehingga tentunya akan lebih membutuhkan produk-produk buatan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara maju seperti di Eropa. Jadi, Toyota Indonesia berusaha untuk menyasar negara-negara itu terlebih dahulu sebelum nantinya mendarat di Eropa.

Bob menambahkan jika sebenarnya memang tak ada larangan untuk terjun di pasar yang lebih besar, namun pasar yang lebih mudah harus terlebih dahulu dikuasai. Melakukan ekspor juga harus memiliki visi yang jelas dan tidak boleh sembarangan sebab target pasarnya masih bisa terus berkembang.

Top