Toyota Voxy Sasar Konsumen di Bawah Alphard

Toyota Hadirkan Voxy untuk Konsumen di Bawah Alphard – PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan bahwa pameran skala internasional yang diselenggarakan di Tangerang pada 10 Agustus mendatang akan menjadi ajang debut perdana untuk Voxy. Mobil yang dihadirkan untuk mengisi segmen high multi purpose vehicle (MPV) tersebut akan mencoba menarik perhatian para keluarga mapan di Indonesia.

Toyota Hadirkan Voxy Untuk Konsumen Di Bawah Alphard

Jika diperhatikan, penjualan untuk tipe MPV boxy dengan pintu geser jumlahnya memang tidak terlalu signifikan. Hal ini pun bisa dilihat dari hasil penjualan model MPV Toyota yang sebelumnya seperti Sienta dan NAV1. Rival-rivalnya di kelas  yang sama seperti Mazda Biante dan Nissan Serena pun penjualannya seperti hanya jalan di tempat.

Terkait dengan hal ini, Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan jika Toyota memang cukup percaya diri dengan Voxy. Tak hanya karena hadir dengan model baru, pasarnya pun bisa dikatakan masih potensial.

Soerjo berpendapat jika Voxy akan diterima pasar karena sejak keluarnya teaser mobil ini sudah banyak media dan menanyakan berbagai informasi tentangnya seperti harga dan waktu pembelian padahal mobil ini masih belum dirilis.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Product General Manager CBU & Commercial TAM, Bansar Maduma yang menyebut jika pasar untuk MPV seperti Voxy masih memiliki peminat. Kehadiran Voxy ini bahkan diharapkan bisa menjadi alternatif bagi keluarga di Indonesia yang ingin mempunyai kendaraan mewah namun dengan harga yang tidak begitu mahal.

Bansar juga mengatakan bahwa di Indonesia masih ada keluarga konsumen yang menginginkan kendaraan nyaman baik untuk bisnis maupun keluarga. Meski saat ini ada MPV mewah, Alphard, namun ada sejumlah konsumen yang menganggap jika harga Alphard terlalu mahal sehingga Toyota berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut.

Voxy yang akan dirilis di Indonesia adalah tipe completely built up (CBU), namun spesifikasinya telah mendapatkan sejumlah perubahan agar lebih sesuai dengan pasar yang ada di Indonesia. Misalnya saja pada roda yang diganti agar pas dengan kondisi jalan di Indonesia serta aturan emisi yang ikut disesuaikan meskipun mesin yang dipakai masih sama-sama memiliki kapasitas 2.000 cc.

 

 

Top