Soal Avanza, Toyota Rencanakan Pembaruan

Toyota Siapkan Pembaruan untuk Avanza – Pasar di segmen mobil MPV memang mendominasi pasar otomotif di Tanah Air. Salah satunya itu Toyota Avanza sebagai pemimpin pasar MPV sejuta umat yang sampai sekarang memang dikenal memiliki kharisma yang sangat kuat. Bahkan, beberapa pemain di segmen yang sama seperti Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio hadir dengan segala kekuatan namun, Avanza masih menjadi yang di depan.

Toyota Siapkan Pembaruan Untuk Avanza

Namun, seiring berkembangnya teknologi dan pasar maka persaingan di segmen Low MPV pun semakin ketat, apalagi dengan hadirnya Mitsubishi Expander yang diklaim bakal menggantikan dominasi dari Toyota Avanza. Sehingga, tak heran jika tak sedikit kalangan yang menilai dan berpendapat bahwa desain Avanza sudah waktunya untuk berubah total atau berganti generasi. Wajar saja mengingat sejak diperkenalkan pada 2003 hingga saat ini desainnya masih “begitu-begitu” saja. Meskipun sudah ada penyegaran namun dirasa belum terlalu radikal (berubah generasi).

“Kalau memang sudah saatnya ganti generasi pasti akan kami lakukan. Tapi tidak semudah itu, banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk keinginan dari para konsumen yang didapat melalui survei,” kata Presiden Direktur TAM Yoshihiro Nakata, di Pontianak (4/8/2017).

Memang, menghadirkan generasi baru untuk mempertahankan eksistensi dirasa cukup perlu. Akan tetapi, peluncurkan generasi baru bukanlah perkara yang mudah segampang membalikan telapak tangan. Terkait itu, Nakata pun jug menjelaskan ada faktor-faktor yang jadi kunci utama. Semua aspek melebur jadi satu, kebutuhan konsumen, vendor, tren, teknologi bahkan hingga kebijakan pemerintah.

“Penentuan mengganti generasi tidak bisa diputuskan cepat, atau karena ada kompetitor baru hadir. Perencanaan kami buat untuk 5 tahun bahkan hingga 10 tahun ke depan. Begitu pula dengan pengembangan Avanza,” ujar Nakata.

Namun di sisi lain, ketika ditanya terkait dengan pemain baru, Nakata mengungkapkan bahwa pihaknya masih tetap optimis pada jalur yang tepat untuk bisa tetap bertahan. Pasalnya, konsumen Indonesia dalam membeli mobil masih memikirkan banyak hal, antara lain ketersediaan bengkel resmi serta komponen penunjang yang mudah dan nilai jual kembali.

Top