Impor CBU Mobil dan Motor Listrik Akhirnya Dapat Lampu Hijau

Pemerintah Buka Keran Impor CBU Mobil dan Motor Listrik – Untuk menindaklanjuti isu yang beberapa waktu yang lalu sempat digaungkan oleh Menteri ESDM Ignatius Johan, Presiden Joko Widodo akhirnya mengeluarkan Peraturan Presiden baru yang memang difokuskan untuk mengatur soal mobil listrik. Draft Perpres ini pun diketahui telah masuk ke Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan feedback.

Pemerintah Buka Keran Impor Cbu Mobil Dan Motor Listrik

Pembuatan Perpres ini digalakkan oleh Kementrian ESDM, di mana arah peraturan ini adalah ke pemanfaatan energi listrik untuk transportasi. Akan tetapi, I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik, Kemenperin, telah berusaha mendongkrak dari sisi kemandirian industrinya.

Putu mengatakan jika hal pertama yang menyangkut tentang pasokan energi (dalam hal ini listrik) memang dilakukan oleh ESDM. Namun, untuk selanjutnya industri tetap harus memiliki kemandirian. Dengan mandiri secara industri tentu hal ini bisa menghindari beredarnya produk impor walaupun pasokan energi yang dibutuhkan sebenarnya sudah tersedia.

Pada Bab IV tepatnya di pasal 9, 10, 11 tercantum tentang “Komersialisasi dan Pengembangan Industri Dalam Negeri”, di mana pada bagian tersebut terdapat poin-poin yang mengatur tentang standardisasi hingga pemberian insentif. Pada tahap pengembangan, Badan Usaha atau produsen otomotif diberi ijin untuk melakukan impor kendaraan listrik, baik itu komponen utama maupun komponen pendukungnya dengan cara memperoleh insentif.

Kendati demikian, secara bertahap, insentif impor nantinya akan dihilangkan sejalan dengan berjalannya komersialisasi. Selain itu, tingkat kandungan dalam negeri juga akan mulai dikelola. Insentif yang tercantum dalam draft Perpres pasal 10, tak lain merupakan insentif fiskal yang berupa Bea Masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Pembahasan terkait dengan mobil listrik ini pun tampaknya sudah melompat cukup jauh sebab sebelum Perpres ini dikeluarkan, para stake holder memang sedang fokus dengan berbagai urusan tentang Euro IV dan Carbon Tax. Namun untuk sekarang, pembahasan tentang kedua hal tersebut sepertinya mulai mereda, rencana pemerintah saat ini memang belum terlihat jelas, namun jangan sampai teknologi baru yang ada di industri ini justru malah merugikan masyarakat.

 

Top