Bocor..!! Draft Perpres Soal Mobil Listrik

Rancangan Perpres Mobil Listrik Bocor – Pernyataan yang sempat dilontarkan oleh Menteri ESDM Ignatius Johan terkait dengan kendaraan listrik pada bulan Juni lalu, ternyata malah ditindaklanjuti. Menyusul lahirnya Perpres Nomor 22 Tahun 2017 tentang RUEN sebagai rujukan regulasi kendaraan ramah lingkungan, kali ini Perpres baru tentang mobil listrik tampaknya sedang digarap oleh pemerintah.

Rancangan Perpres Mobil Listrik Bocor

Draf rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pemanfaatan Tenaga Listrik untuk Transportasi Jalan di Jakarta pun pada akhirnya bocor. Sekarang, draf pun dikatakan sudah masuk final dan mulai disosialisasikan ke departmen yang berkaitan. Ini berarti rancangan Perpres tersebut tinggal menunggu pemberian nomor dan tanda tangan dari Presiden Jokowi.

Ketika disinggung soal hal ini, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan masih belum mau buka suara terkait dengan Perpres yang dimaksud.

Putu mengatakan tidak mengetahui tentang hal itu sebab pihak Kemenperin hanya diminta untuk mendukung industrinya. Selain itu, perkembangan tentang Perpres ini Putu belum mengetahui lebih lanjut. Dirinya mengatakan jika arahnya akan ke Kementrian ESDM sebab merekalah yang akan menyediakan tenaga listriknya.

Pembahasan Perpres di Kemenperin sendiri dilakukan dalam sebuah rapat tertutup. Dalam rapat tersebut ada sejumlah pihak yang terlibat di dalamnya seperti dari pihak Kementerian Perindustrian sendiri, Asosiasi Pengembang Kendaraan Listrik Bermerek Indonesia (APKLIBERNAS), PT Great Asia Link, Industri Otomotif (Gaikindo dan AISI), serta beberapa pihak lainnya.

Terkait dengan kapan rapat lanjutan tentang pembahasan Perpres ini dilaksanakan, hingga saat ini masih belum bisa diketahui dengan jelas. Namun ada salah satu sumber yang memberikan informasi jika pembahasan soal Perpres akan dilanjutkan lagi namun di Kementerian Perhubungan. Soal waktunya sendiri, rapat lanjutan Perpres tersebut kabarnya akan diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus mendatang.

Draft Perpres yang saat ini sudah masuk ke Kementerian Perindustrian itu ternyata terdiri dari 13 pasal, mulai dari pengategorian jenis kendaraan listrik (sepeda motor listrik, penumpang listrik, dan sebagainya), infrastruktur, uji tipe, insentif hingga dalam hal pengolahan limbah baterai.

Top