Tunjang Pertumbuhan Ekspor, Pemerintah Atur Regulasi Baru untuk Sedan

Pemerintah Atur Pajak Sedan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekspor – Tampaknya, usaha pemerintah dalam mengembangkan pasar otomotif di Indonesia terlihat cukup serius. Pasalnya, selain menumbuhkan pasar dalam negeri, pemerintah pun juga turut berharap bahwa jumlah ekspor otomotif akan terus meningkat. Bukan tanpa alasan, mengingat jika melihat data terakhir di tahun 2017 ini saja, ekspor secara utuh (completely built up/CBU) diharapkan bisa mencapai 200.000 unit.

Pemerintah Atur Pajak Sedan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekspor

Maka dari itu, untuk melangsungkan target tersebut, belum lama ini pemerintah melalui Kementerian dikabarkan tengah mencoba merombak regulasi otomotif di mana salah salah satunya yaitu di segmen mobil sedan yang serasa dianaktirikan. Karena seolah tak terlalu diperhatikan maka membuat beberapa produsen sedan enggan untuk memproduksi model itu di dalam negeri mengingat pasarnya tidak terbentuk.

Di lain sisi, jika melihat perkembangan pasar otomotif secara global, kenyataannya justru jauh berbeda. Pasalnya, pasar global bukan MPV yang diminati namun justru lebih ke arah sedan dan SUV. Nah, dengan mempertimbangkan fakta dari data-data tersebut maka pemerintah pun kini sudah mulai luluh dan tinggal menunggu waktu, untuk meluncurkan regulasi baru tersebut.

“Ekspor diharapkan bisa ditingkatkan, dengan menyelamatkan regulasi dan memberikan insentif terbaik untuk mobil sedan. Kami memperbaiki regulasi struktur industri otomotif dalam revisi regulasi,” ujar Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian pada Jumat (11/8/017).

Di sisi lain, Airlangga pun juga mengatakan bahwa akan ada perbedaan mendasar terkait dengan definisi pada kendaraan di segmen mobil akan dihilangkan. Bahkan, sampai saat ini pun sedan dikategorikan dalam kelompo kendaraan tiga boks, dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM) lebih tinggi dibanding yang lainnya, meski punya ukuran mesin sama. Tentu saja, hal itu membuat pertumbuhan sedan di Indonesia menjadi sulit berkembang.

“Jadi dalam regulasi kami akan mengharmonisasikan sehingga potensi ekspor sedan meningkat. Pasalnya permintaan sedan di dunia international lebih tinggi daripada MPV dan SUV, sehingga kita diharapkan bisa mengejar ekspor sedan terhadap Thailand,” ucap Airlangga.

Top