Wow! Skutik Buatan Anak Bangsa Bakal Jajah Pasar Internasional

Skutik Gesits Siap Diproduksi dan Diekspor – Salah satu skuter listrik buatan anak bangsa yang bernama GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) yang merupakan karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang didampingi oleh Garansindo Group, dikabarkan akan segera diproduksi tahun 2018 mendatang. Untuk proses pembuatan motor listrik garapan putra bangsa tersebut kabarnya pun akan segera dilakukan di salah satu bangunan yang berada di kawasan industri terpadu PT WIKA (Persero) di Bogor, Jawa Barat.

Skutik Gesits Siap Diproduksi Dan Diekspor

Terkait dengan proses produksi, di tahap awal ini pabrik PT WIKA Industri dan Konstruksi akan memproduksi 50 ribu unit Gesits per tahun. Namun, untuk ke depannya, kapasitas produksi akan dikembangkan hingga mampu mencapai 100 ribu unit per tahun. Tak cukup sampai di situ saja, bahkan selain menyediakan untuk pasar domestik, Garansindo juga sudah memikirkan untuk mengekspor skuter tersebut. Dengan kata lain, Gesits bakal diproduksi juga untuk pasar internasional.

“Minimal ASEAN. Kalau tahun pertama domestik semua. Tetapi sudah ada beberapa yang dekati kita. Soalnya untuk motor listrik yang punya penggerak di tengah dan rem besar dengan harga terjangkau cuma GESITS nih. Kita pasti belain domestik dulu. Perkiraan 2020 harus bisa ekspor,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Garansindo Group yang dijabat oleh Muhammad Al Abdullah.

Akan tetapi, jika menyinggung terkait dengan kepastian akan harga, untuk sementara ini Al masih merahasiakannya. Namun, banyak yang memprediksi kuat dan bahkan bisa dipastikan bahwa untuk harga skutik listrik Gesits ini bakal berada pada kisaran antara Rp 15 juta sampai Rp 19 jutaan.

Sedangkan di sisi lain, untuk sementara ini baru Garansindo saja yang siap memproduksi motor listrik karya anak bangsa. Meskipun memang proses produksinya di Indonesia, khusus motor listrik memang tidak mendapat insentif pajak seperti mobil yang regulasinya segera dikeluarkan.

“Enggak perlu semuanya, sudah jadi kok. Pembebasan bea masuk atas impor barang mewah hanya berlaku untuk mobil,” ujar Dirjen Industri Logam Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan.

Top