Pabrikan Besar Belum Berniat Saingi Gesit?

Motor Listrik di Indonesia – Motor listrik lokal Gesits memang telah resmi meluncur beberapa waktu lalu. Peluncuran motor listrik lokal tersebut pun menjadi sebuah hal yang patut diapresiasi. Namun, meskipun telah didului oleh Gesit, para produsen besar otomotif di Indonesia belum juga menjual motor-motor listriknya. Padahal, jika melihat dari sisi pemerintah sudah menyegerakan pelaku otomotif di Indonesia untuk segera beralih ke kendaraan bertenaga listrik.

Motor Listrik Di Indonesia

Nah, lantas apa langkah Pemerintah untuk dapat mendorong para pabrikan besar otomotif di Indonesia segera memproduksi kendaraan listriknya dan menjualnya di Indonesia? Jika melihat kondisi di lapangan, keberadaan motor listrik Gesits yang notebene motor lokal nampaknya belum juga menggugah pabrikan besar untuk menjual kendaraan listriknya. Hal tersebut sepertinya pun bukan tanpa alasan, mengingat seperti yang diketahui bahwa sarana pendukung untuk kendaraan listrik di Indonesia memang belum cukup memadai.

Di sisi lain, hingga saat ini Pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan regulasi sampai saat ini telah membuat berbagai regulasi dan aturan main untuk mengatur keberadaan kendaraan listrik di Indonesia. “Dia itu akan di-drive¬†oleh¬†market, pemerintah hanya buat regulasi, aturan main,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, kepada wartawan, di ICE, BSD, Tangerang.

Dalam hal ini regulasi yang dimaksud adalah peraturan yang bisa merangsang para produsen untuk segera memproduksi motor listriknya dan menjualnya di Indonesia. “Seperti sekarang aturan main untuk motor listrik kita jangan berikan insentif untuk komponen impor lagi, orang sebagian besar sudah dibuat di sini komponennya,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, peminat kendaraan roda dua di Indonesia yang sangat banyak menurutnya seharusnya sudah mampu untuk membuat para produsen untuk membuat motor listrik dan memasarkannya. “Dan baterai untuk sepeda motor di sini, setiap tahun ada 5 sampai 6 juta motor, volumenya sudah besar,” tutupnya.

Di sisi lain, jika melihat pada sisi infrastruktur untuk kendaraan listrik hingga saat ini memang belum terlalu lengkap. Sehingga mungkin hal tersebut yang manjadikan banyak pabrikan besar masih belum mau menjual motor listriknya di Indonesia. Sehingga dalam hal ini Pemerintah seharusnya lebih fokus untuk mempersiapkan infrastrukturnya dibandingkan membuat regulasi yang justru tidak akan merangsang pabrikan-pabrikan tersebut untuk memproduksi motornya.

Top