Mantap!! ITS Akan Luncurkan Mobil Sapuangin Generasi Ke-5

Mobil Sapu Angin – Institut Teknologi Surabaya (ITS) akan kembali meluncurkan salah satu mobil hasil riset dan inovasinya yang bernama Sapu Angin. Mobil Sapuangin ini merupakan generasi ke lima yang telah dibuat oleh ITS Team Sapu Angin (SA). Pada peluncurannya hari ini (25/8/2017) dikabarkan juga akan langsung dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Mobil Sapu Angin

Sapu Angin merupakan salah satu wujud dari Tridharma perguruan tinggi yang juga selaras dengan misi ITS untuk mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta kreatif untuk dapat menguasai dan mengembangkan IPTEK yang unggul dan berguna bagi kebutuhan pembangunan nasional dan pertumbuhan kawasan Asia Pasifik. Selain menjadi perujudan dari Tridharma perguruan tinggi, Sapu Angin juga menjadi ajang perkenalan karya nyata yang mampu dibuat oleh Mahasiswa ITS dalam bidang otomotif dan energi.

Sapu Angin yang kini memasuki generasi kelima sendiri sudah terbilang bagus di mata dunia. Pasalnya, berbagai prestasi telah diraih dari berbagai ajang yang diikuti oleh Team Sapu Angin ITS. Di mana pada ajang Student Formula Japan, Sapu Angin berhasil menjadi Best Rookie Award atau pendatang terbaru terbaik di tahun 2013 dan meningkat drastis setiap tahunnya.

“Tahun ini merupakan tahun ke-5 bagi kami untuk ikut dalam ajang Student Formula Japan. Kami menargetkan untuk bisa masuk dalam sepuluh besar karena memang tahun ini mesin yang digunakan lebih besar. Kami optimistis bisa mencapai target yang telah kami tetapkan,” ujar Manajer umum ITS Team Sapu Angin 2016/2017, Annas Fauzy yang Mas Sena lansir dari oto.detik.com.

Sapu Angin sebenarnya bukan satu-satunya karya otomotif yang berlaga di ajang tersebut. Diketahui beberapa universitas ternama di Indonesia juga turut andil dalam ajang kompetisi tahunan di Jepang tersebut seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Mereka nantinya akan bersaing dengan berbagai tim dari pelajar-pelajar dari Asia, Australia, Eropa, bahkan Amerika untuk dapat menunjukkan karya terbaik yang dibuatnya dalam hal otomotof.

Top