Pajak Sedan Murah Turun Sebelum Hibrida?

Pemerintah Bakal Turunkan Beban Pajak Sedan – Salah satu alasan kenapa sedan tidak begitu diminati di dalam negeri adalah karena banderol harganya yang cukup mahal. Hal ini tentu tak bisa dilepaskan dari pajak barang mewah dengan jumlah cukup tinggi yang dibawanya. Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan pasar otomotif dunia bagi para pecinta sedan, pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Perindustrian kabarnya akan menurunkan beban pajak untuk sedan.

Pemerintah Bakal Turunkan Beban Pajak Sedan

Di dalam  Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013, beban Pajak Penjualan atas Barang Mewah untuk sedan jumlahnya mencapai 30 persen jika mobil tersebut memiliki mesin yang kapasitasnya masih berada di bawah 1.500 cc. Jika kapasitas mesinnya lebih dari itu, maka pemilik harus membayar tarif yang berkisar dari 40 persen hingga 75 persen.

Seorang narasumber yang telah berbicara langsung dengan pengambil keputusan di Kemenperin menjelaskan jika pihak Kemenperin tidak ingin langsung terjun ke era mobil listrik maupun hibrida. Akan tetapi, target awal yang akan direalisasikan dalam waktu dekat ini adalah mengembangkan terlebih dahulu sedan kecil. Cara mengembangkannya adalah dengan memakai sistem Incompletely Knock Down (IKD).

Tak seperti sistem Compeletely Knock Down (CKD), IKD memiliki investasi yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini karena produsen di dalam negeri tidak harus membuat fasilitas seperti pengecatan dan pengelasan layaknya jika menggunakan sistem CKD.

Masih menurut narasumber yang sama, penggunaan sistem IKD justru akan semakin meningkatkan gairah produsen mobil untuk mau terjun di segmen sedan. Sistem ini juga kemungkinan besar akan membuat merek-merek asal Korea lebih aktif lagi sehingga bukan tidak mungkin jika merek asal China juga akan ikut meramaikan kompetisi di pasar sedan.

Narasumber tersebut juga menambahkan jika saat ini ada keinginan untuk mengambil alih produksi yang ada di Thailand. Selain itu, pemerintah juga memiliki keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai pengekspor sedan. Jika ada sedan murah di dalam negeri, segmen komersial bisa diarahkan ke angkutan umum seperti taksi sehingga segmen yang lain nantinya juga akan ikut bergerak.

 

Top