Waduh!! Suzuki “Recall” Karimun Estilo?

Suzuki Lakukan Perbaikan Massal AC Karimun Estilo – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia mengampanyekan penarikan serta perbaikan massal pada salah satu mobilnya yakni Karimun Estilo di Indonesia. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya Suzuki memang berusaha meningkatkan kualitas dari mobil yang telah mengaspal cukup lama tersebut.

Suzuki Lakukan Perbaikan Massal AC Karimun Estilo

PT SIS melalui Head of Service SIS Riecky Patrayudha menjelaskan jika hal ini merupakan program yang dilakukan sebagai peningkatan kualitas produk yang diberikan untuk Karimun Estilo. Pihaknya juga tidak membenarkan jika hal tersebut merupakan Recall dari Karimun Estilo meskipun perbaikan yang dilakukan merupakan secara massal. “Ini program perbaikan, product quality update namanya. Komponen yang diganti itu resistor blower pada sistem pendingin kabin, hanya satu komponen itu saja, tidak semuanya,” ucap Riecky  yang Mas Sena lansir dari KompasOtomotif.

Sebelumnya, memang sempat beredar kabar di grup Facebook Karimun Club Indonesia jika Suzuki akan melakukan Recall untuk melakukan penggantian blower pada Karimun Estilo. Namun setelah dikonfirmasi langsung oleh pihak Suzuki, hal tersebut bersifat tidak wajib karena tidak terkait masalah keamanan. “Bukan recall, jadi intinya itu hanya update komponen saja. Resitor itu kalau tidak diganti juga tidak apa-apa, paling hanya kurang nyaman karena AC tidak terlalu dingin, tidak sampai ke safety,” lanjut Riecky.

Riecky juga menambahkan jika product quality update merupakan program yang dilakukan dari hasil survei kepada para pengguna Karimun yang mengatakan jika AC pada karimun Estilo kurang dingin. Meskipun menurutnya keluhan tersebut tidak banyak diungkapkan oleh pengguna, namun untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pengguna, Suzuki tetap melakukan hal yang terbaik.

“Tidak banyak (keluhannya) hanya beberapa persen, untuk masalah beragam, mulai tidak dingin, proses dinginnya lama, sampai cut-off. Untuk memfasilitasi kita bikin program ini, masalah ada di resistorblower, tapi bukan karena kesalahan atau produk gagal, lebih akibat usia pemakaian dan kotor jadi sensitifitasnya kurang. Kita ganti dengan yang baru, lebih sensitif lah, karena resistor itu pengaruhnya ke sensor suhu untuk cut-off evaporator-nya, yang terjadi saat ini suhu belum maksimal sudah cut-off duluan,” Tambahnya.

Top