Orang Jepang Inden CBR250RR dari Indonesia

Ekspor CBR250RR – CBR250RR merupakan salah satu motor sport Honda yang memiliki cukup banyak peminat. Tak hanya di dalam negeri, PT AHM juga diketahui mengekspor Honda CBR250RR ini untuk pasaran Jepang. Bahkan menurut Thomas Wijaya Direktur Pemasaran AHM di negara asalnya Jepang, Honda CBR250RR ini mendapat respon yang sangat positif. Tak hanya itu saja, semenjak pertama kali diluncurkan sepanjang kuartal satu hingga kedua pemesanan Honda CBR250RR ini menumpuk bahkan sampai inden.

Ekspor CBR250RR

Seperti yang Mas Sena lansir dari KompasOtomotif animo masyarakat Jepang dengan CBR250RR memang cukup besar. Bahkan dalam waktu 3 hari, inden motor ini mencapai ribuan. “ CBR250RR ini sangat merebut animo dan diakui oleh para konsumen Jepang, bahkan dalam waktu 3 hari inden mencapai ribuan konsumen, dan harus menunggu sampai dengan akhir tahun,” ujar Thomas.

Hal ini tentu tidak lepas dari status Jepang sebagai pasar yang segmen moto sport-nya masih berkembang dengan stabil. Dirinya juga menambahkan jika dalam waktu satu bulam produksi CBR250RR di Jepang mencapai 400 unit. “Dalam waktu satu bulan, produksi CBR250RR di Jepang mencapai 400 unit,” ucap Thomas.

PT AHM sendiri mengekspor Honda CBR250RR ke Jepang dalam keadaan terurai penuh atau (CKD) sehingga angka ekspor tersebut memang tidak tercantum di dalam data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI). “Untuk ekspor CBR250RR, sejak dari awal dikirm dalam bentuk CKD ke Jepang, bukan dalam bentuk CBU. Ini karena disesuaikan dengan peraturan masing-masing negara tujuan,” tambahnya.

Namun, rupanya jika pasar motor sport di Jepang bergairah dan cenderung stabil, hal yang berbeda justru terjadi di pasar Indonesia. Di mana penjualan Honda CBR250RR di Indonesia ini memang mengalami pelemahan hingga 17 persen. Bahkan hal ii diprediksi akan terjadi hingga akhir tahun 2017 ini. Hal ini tidak lepas dari pengaruh kondisi perekonomian yang relatif melemah dan berdampak di segmen motor sport. Di mana masyarakat cenderung untuk menunda pembelian, penggantian atau bahkan penambahan kendaraannya. Bahkan ada pula konsumen motor sport yang beralih ke matik.

Top