Korlantas Akan Ganti Warna Pelat Nopol Kendaraan

Wacana Penggantian Warna Pelat Nopol – Beberapa waktu yang lalu, Korlantas Polri memang baru saja menerapkan sebuah sistem tilang baru yakni menggunakan e-tilang. Di mana sistem tilang tersebut merupakan pengaplikasian sistem tilang seperti yang ada di beberapa negara maju. Meskipun belum sepenuhnya menerapkan sistem tersebut diseluruh wilayah Indonesia, namun rupanya hal tersebut sudah cukup sedikit meringankan pekerjaan Polantas. Nah, setelah pengaplikasian sistem tersebut Korlantas kini mengeluarkan sebuah wacana untuk mengganti warna pelat nomor polisi kendaraan.

Wacana Penggantian Warna Pelat Nopol

Tidak lain dan tidak bukan, tujuan dari pergantian warna pelat kendaraan tersebut adalah untuk mempermudah dan mendukung pengaplikasian sistem tilang elektronik. Nantinya, pelat nomor kendaraan yang saat ini memiliki warna dasar hitam, akan diubah dengan warna yang lebih terang. Pasalnya, meskipun nantinya di setiap pelat akan dipasang chip agar dapat disensor, namun jika warna dasar yang digunakan berwarna gelap tentu akan menyulitkan ketika dibaca saat pengendara melanggar.

Namun, untuk implementasinya Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan jika pihaknya tidak akan tergesa-gesa dalam menerapkan aturan atau mengimplementasikan hal tersebut. Pasalnya, hal tersebut tentu memerlukan persiapan yang matang agar pelaksanaan di lapangan tidak amburadul. “Implementasinya bertahap, dan dibuat kajianya. Don’t be haste,” ucap Chryshnanda yang Mas Sena lansir dari KompasOtomotif.

Di sisi lain, dirinya juga menambahkan untuk pengontrolan dan penindakan di jalan, seharusnya sudah tidak dilakukan dengan cara setengah-setengah dan menggunakan cara-cara konvensional. Pasalnya, hal tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman yang semakin canggih dan juga banyak memiliki kelemahan yang bisa dijadikan celah untuk menghindari penindakan. “Cara manual, parsial, dan konvensional akan banyak masalah. Pasalnya kendaraan semakin banyak, dan tidak mungkin menindak dengan waktu yang cepat, tepat dan akurat, sehingga berpotensi menemukan kegagalan, untuk mencapai tujuan yang signifikan,” ujar Chryshnanda.

Tentu saja, jika nantinya hal ini diimplementasikan kita berharap agar peraturan yang ada dapat di tegakan secar benar. Pasalnya, jikalau berbagai sistem ataupun cara-cara modern sudah diterapkan namun sebagai pelaku atau penegak peraturan tidak bisa tegas tentu akan sama saja.

Top