Mobil Kecil KIA Sasar Pasar Eropa

Desain Mobil KIA – Bergabungnya desainer tersohor Audi bernama Peter Schreyer bersama KIA pada tahun 2006 yang lalu, rupanya membawa titik kesuksesan bagi KIA. Hal tersebut terlihat dari kepopuleran merek KIA yang kian melesat semenjak Schreyer pertama kali gabung dan menghadirkan model barunya pada tahun 2011. Ditangan desainer tersebut, mobil-mobil KIA tidak lagu terkesan kaku. Bahkan tampak lebih modern, mewah dan elegan.

Desain Mobil KIA

Tak mengherankan, pasalnya seperti yang Mas Sena lansir dari Liputan6Otomotif, Business Development General Manager KIA Mobil Indonesia, Harry Yanto mengatakan jika mobil-mobil KIA memang didesain untuk menyasar pasar Eropa. “Mobil-mobil kecil itu paling banyak dijual ke Eropa. Jadi makanya punya desain, handling dia larinya ke Eropa. Macam Rio, Sportage ini larinya ke Eropa maupun Picanto jualannya ke Eropa,” terang Harry.

Namun, dirinya menambahkan jika mobil kecil menyasar Eropa berbeda halnya dengan mobil-mobil besar KIA justru berkiblat ke Amerika. “Tapi kalau bicara mobil-mobil gede macam Sedona, Sorento, mobil cc gede-gede mereka kiblatnya ke Amerika, karena Amerika identiknya dengan mobil-mobil mesin gede,” tambahnya.

Di sisi lain dirinya juga mengungkap alasan mobil-mobil besar banyak dijual di Amerika. Pasalnya, menurutnya di Amerika harga bahan bakar terbilang murah, sehingga tidak mengherankan jika kebanyakan mobil di Amerika memiliki kapasitas yang besar. “Jadi kenapa mobil dimensi besar, seperti Sedona dan Sorento itu paling banyak dijual di Amerika karena ciri khas mereka kan bensin murah, cc 4.000, 6.000 bagi mereka gak masalah jadi market mereka development-nya begitu,” sambungnya. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Eropa yang merupakan terdiri dari negara-negara kecil yang memiliki kapasitas jalan tidak terlalu besar. “Kalau Eropa mereka punya length terbatas karena negara-negaranya kecil-kecil, parkirnya susah jalannya gitu-gitu saja jadi mereka lebih seneng mobil kecil,” pungkasnya.

Di sisi lain, KIA Mobil Indonesia memang diketahui tidak lagi melakukan produksi di dalam negeri. Hal tersebut pun bukan tanpa alasan, mengingat pihaknya menilai jika produksi langsung di Korea Selatan dan dikirim dalam bentuk CBU akan lebih memiliki kualitas yang baik.

Top