Toyota Siapkan Sienta Hybrid di Indonesia?

Toyota Sienta Hybrid – Mobil hybrid memang menjadi salah satu mobil ramah lingkungan selain mobil listrik. Di beberapa negara maju, keberadaan mobil hybrid sudah tidak asing lagi bagi para pecinta otomotif. Di Indonesia sendiri mobil Hybrid memang belum setenar mobil bensin ataupun mobil diesel. Namun, seiring jalannya waktu, akan kah pasar otomotif Indonesia juga beralih ke mobil ramah lingkungan?

Toyota Sienta Hybrid

Toyota sebagai salah satu pabrikan terbesar yang menguasai pasar otomotif roda empat di Indonesia diketahui memiliki beberapa line-up mobil hybridnya, salah satunya adalah Sienta. Meskipun Sienta Hybrid memang belum resmi meluncur di Indonesia, namun Toyota Astra Motor (TAM) sempat tertarik untuk memasarkan Sienta Hybrid di Indonesia.

Hal ini tidak lepas dari kesuksesan Sienta Hybrid di Jepang. Di mana kehadiran Sienta Hybrid di Negeri Matahari Terbit tersebut disambut sangat positif. Bahkan penjualannya mencapai 39.2 persen penjualan Sienta di Jepang. Kesuksesan mobil ini di Jepang pun sebenarnya bukan tanpa alasan, mengingat menurut konsumen di Jepang Sienta Hybrid memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Selain itu, kebijakan pemerintah Jepang yang meringankan pajak mobil hybrid hingga 70000 yen dibanding mesin konvensional juga menjadi alasan lain suksesnya mobil ini di Jepang.

Rupanya, ketertarikan TAM untuk membawa Sienta Hybrid ini ke Indonesia bukan hanya sekedar bualan. Pasalnya menurut kabar yang beredar, Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) tengah menguji coba mobil bertenaga hybrid tersebut. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Teknikal TMMIN Yui Hastoro yang membenarkan jika pihaknya sedang melakukan uji coba Sienta Hybrid. Namun, Sienta hybrid yang di uji coba tersebut merupakan produksi Jepang. “Kita sengaja beli (impor) dari Jepang untuk Sienta Hybrid itu untuk kebutuhan studi,” kata Yui yang Mas Sena kutip dari KompasOtomotif (16/10/2017).

Meskipun demikian, Yui masih belum bisa menginformasikan hasil studi yang dilakukan TMMIN. Namun, dirinya mengungkapkan jika Sienta Hybrid masih perlu penyesuaian untuk jalan di Indonesia. “Misalnya posisi batrai yang masih di bawah, kalau kita pakai itu takut kena banjir. Seperti itu yang kita pelajari dulu dari hasil studi itu. Selebihnya belum bisa bicara banyak lagi,” ujar Yui.

Top