Merek Jepang Masih Mendominasi di Indonesia

Perkasanya Merek Jepang – Sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memang menjadi pasar yang potensial bagi banyak industri, tak terkecuali otomotif. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar otomotif roda empat terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pasar otomotif Indonesia pun masih sangat menjanjikan karena dengan car density (kendaraan per seribu orang) yang masih rendah (di bawah 100).

Perkasanya Merek Jepang

Namun, meskipun pangsa pasarnya sangat besar, rupanya seperti yang kita ketahui hampir 100 persen dari pangsa pasar roda empat di Indonesia masih dikuasai oleh pabrikan asa Jepang. Di mana, menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dalam kurun waktu dari Januari hingga September 2017, pabrikan asal negeri matahari tersebut berhasil menguasai 98,39% pasar roda empat di Indonesia.

Dengan presentasi yang bahkan hanya menyisakan tidak sampai 2% tersebut, tidak kurang dari 790.815 unit mobil bermerek Jepang telah mengaspal di Tanah Air. Angka tersebut bahkan naik 2,57 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 771.001 unit. Tidak mengherankan, pasalnya tidak kurang dari 13 merek mobil asal Jepang yang memenuhi persaingan pasar roda empat di Indonesia. Sementara itu, merek Eropa dan Amerika menjadi urutan kedua dengan angka presentasi yang terpaut jauh dengan merek-merek Jepang tersebut di mana presentasinya hanya 1.01 persen.

Tentu saja, dengan dominasi merek Jepang yang begitu perkasa tersebut menjadi dilema tersendiri bagi industri lokal. Pasalnya, selama kedatangan merek-merek Jepang tersebut dibarengi dengan alih teknologi tentu hal tersebut cukup positif dan tidak menutup kemungkinan membuat anak bangsa bisa membuat mobilnya sendiri. Namun, jika hanya dijadikan ladang tentu hal tersebut akan cukup mengerikan di masa depan.

Tentu saja, sebagai salah satu dari negara dengan populasi terbesar di dunia, Indonesia memang cenderung menjadi pasar negara-negara lainnya. Hal ini patut disoroti mengingat, jika potensi pasar yang begitu besar di dalam negeri dapat dikuasai oleh merek lokal tentu bukan tidak mungkin jika suatu saat merek otomotif Indonesia dapat merambah luar negeri.

Top