Begini Cara Angkut Logistik MotoGP Antar Negara

Dibalik Gelaran MotoGP – Gelaran ajang balap motor MotoGP menjadi salah satu ajang balap paling bergengsi yang ada di dunia. Setidaknya setiap dua minggu sekali, gelaran ini berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lainnya. Bahkan tak hanya antar negara, ajang gelaran MotoGP ini pun berpindah-pindah dari satu benua ke benua lainnya. Namun, mungkin banyak dari pecinta MotoGP yang tidak mengetahui bagaimana cara perpindahan kelengkapan balapan tersebut setiap seri dari satu negara bahkan benua ke benua lainnya.

Dibalik Gelaran MotoGP

Seperti yang Mas Sena lansir dari situs resmi DHL melalui DetikOto, perlengkapan MotoGP diangkut melalui semua jalur lalu lintas, mulai darat, laut hingga udara dengan melintasi 14 negara dan empat benua. Setidaknya, tidak kurang dari 90000 km ditempuh untuk dapat melaksanakan gelaran ajang balap motor paling populer ini. Tidak main-main, bahkan beban dari keseluruhan logistik yang diangkut tersebut bisa mencapai 380 metrik ton.

Gelaran ajang MotoGP ini memang bukan hanya sebagai ajang kompetisi antar pabrikan ataupun pembalap. Namun di lain sisi, MotoGP menjadi hiburan yang sangat menarik bagi para pecinta roda dua. Sehingga tak mengherankan jika perlengkapan atau logistik untuk menyelenggarakan sebuah ajang balap dunia ini tidaklah sedikit. Tak hanya motor yang digunakan, logistik lain yang juga cukup banyak juga turut di pindahkan dari satu benua ke benua lainnya. Beberapa diantaranya adalah mobil safety BMW X5M, baju balap Alpinestars, helm pebalap, ban, suku cadang, interior di dalam pitbox hingga headset yang dikenakan oleh kru dari masing-masing tim.

Proses pengangkutan dan pengemasan dari logistik ini sendiri dimulai dari 10 hari sebelum hari pelaksanaan balapan. Sehingga ketika balapan usai pada satu seri,  seluruh kru pit kembali harus berkemas membongkar garasi setiap tim balap, bekerja siang malam dari hari Minggu hingga Senin atau bahkan Selasa untuk selanjutnya diangkut ke sirkuit berikutnya.

Tak jarang gelaran MotoGP ini hanya memiliki jeda satu minggu dari sirkuit satu ke sirkuit berikutnya, hal ini membuat pihak logistik memiliki waktu yang sangat sempit untuk melakukan persiapan. Bahkan mereka hanya memiliki waktu 36 jam untuk mengemas keseluruhan perlengkapan MotoGP yang ada pada suatu sirkuit untuk diangkut ke sirkuit selanjutnya.

Top