Bolehkah Mobil Sipil Gunakan DRL ?

Penggunaan DRL di Mobil Sipil, Bolehkah ? – Seperti yang kita ketahui, di Indonesia belum ada aturan yang menyebut mobil wajib menggunakan Daytime Running Light alias lampu yang menyala di siang hari. Saat ini hanya sepeda motor yang diwajibkan menyalakan lampu depan di siang hari tersebut. Lalu bagaimanakah jika di jalan ditemukan mobil yang menggunakan DRL? Apakah melanggar aturan ?

Penggunaan DRL Di Mobil Sipil, Bolehkah

Jika kita melihat beberapa negara maju, mobil juga sudah diwajibkan  menyalakan lampu depan pada siang hari seperti halnya sepeda motor. Hal itulah yang membuat banyak pabrikan merancang mobil dari pabrik sudah menggunakan DRL.

Sampai saat ini, beberapa pabrikan juga sudah menjadikan DRL sebagai elemen yang membuat desain mobil menjadi semakin menarik sehingga sebagain besar mobil baru telah dibekali DRL. Bahkan, para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia sudah berinisiatif menambahkan DRL untuk mobil-mobil yang belum memiliki DRL dari pabrikan.

Tak hanya itu, peredaran DRL juga semakin ramai karena didorong oleh keinginan masyarakat yang ingin mobil mereka dilengkapi DRL. Untuk mobil-mobil di Indonesia yang belum dilengkapi dengan DRL dari ATPM, masyarakat biasanya membeli produk aftermarket.

Secara umum, DRL terbagi atas dua jenis, yaitu gabung bersama komponen lampu mobil lainnya seperti lampu depan atau lampu kabut dan terpisah. Dilansir dari laman OtomotifKompas, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra, menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa memberikan jawaban pasti tentang DRL.

Dijelaskannya lebih lanjut, dirinya mempertimbangkan bahwa warna lampu aksesori tambahan di mobil tidak boleh berwarna seperti strobe atau rotator.  Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang giat merazia lampu isyarat tambahan seperti strobo, rotator, dan sirine yang dilarang di mobil sipil.

Jika warna lampu tersebut bukan biru maka tidak masalah karena sudah ditekankan di internasional, bahwa lampu depan berwarna putih, dan belakang berwarna merah. Selain itu desain, cahaya, dan ketinggiannya juga sudah ditentukan.

Aturan yang coba disinggung Halim tersebut adalah Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan , yang di dalamnya terdapat 11 jenis lampu yang diatur, namun tidak ada satu pun yang menjelaskan tentang DRL. Menurutnya, memang yang paling rentan adalah motor sehingga diwajibkan menggunakan DRL.

Top