Tax Allowance Otomotif Sebesar 300 Persen Telah Disiapkan Pemerintah

Pemerintah Telah Siapkan Tax Allowance Otomotif – Untuk mendorong manufaktur dan industri, Pemerintah kini tengah berusaha memberikan insentif pajak atau tax allowance hingga 300 persen melalui kegiatan R&D lokal.

Pemerintah Telah Siapkan Tax Allowance Otomotif

Kabar akan adanya itu pun sudah terdengar sejak bulan Agustus lalu, namun saat itu belum diketahui berapa besarannya. Saat ini besaran insentif untuk R&D dalamnegeri itu pun sudah ditentukan besarannya oleh Kementerian Perindustrian. Insentif pajak itu pun berlaku untuk semua industri, salah satunya yaitu produsen kendaraan bermotor di Indonesia.

Mengutip laman KompasOtomotif, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, menyebutkan bahwa pihaknya telah berbicara dengan Kementerian Keuangan dan harapannya pada kuartal pertama tahun 2018 nantinya aturan insentif tersebut sudah selesai. Ketika ditanya mengeni kapan aturan tersebut bakal berlaku, Airlangga pun menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi.

Ditambahkannya lagi bahwa insentif pajak itu nantinya akan dihitung dari  nilai investasi yang ditanamkan dan hasilnya nanti akan dipakai untuk menutup pajak. Disebutkannya juga bahwa aturan insentif pajak tersebut mengadopsi dari kebijakan Thailand yang secara agresif telah menerapkan insentif pajak itu terlebih dahulu.

Jika melihat pabrikan otomotif yang sudah R&D di Indonesia, Daihatsu merupakan satu-satunya pabrikan otomotif yang telah memiliki nilai investasi hingga Rp. 1 triliun. Apabila dilakukan penghitungan, maka didapatkan fasilitas tax allowance yang dapat mencapai Rp. 3 triliun dan angka itulah yang dipakai untuk menutup pajak.

Akan tetapi, aturan itu nantinya tak berlaku surut, dengan kata lain perusahaan yang telah menanamkan modal investasinya dalam bentuk R&D tidak mendapatkan insentif pajak. Menteri Perindustrian pun juga menyebutkan bahwa nantinya aturan baru itu akan berlaku kedepan.

Terkait dengan aturan baru yang akan diterapkan oleh Pemerintah di tahun depan tersebut, Warih Andang Cahyono selaku Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pun mengungkapkan bahwa pihaknya tertarik dengan adanya insentif tersebut. Meski begitu, dirinya belum mengetahui kapan pihaknya akan berinvestasi di R&D.

Ditambahkannya lagi bahwa pihaknya bahkan juga tertarik pada potensi lain yang dapat digali di dalam negeri akan tetapi bukan pada area chief engineer.