Dobrak Pasar Indonesia, Wuling Rencanakan Jual Mobil Listrik Murah

Wuling Siapkan Mobil Listrik di Indonesia – Pergerakan Wuling Motor di Indonesia memang menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Bahkan, setelah berhasil dengan Confero Series, produsen mobil asal China tersebut tengah mempersiapkan mobil listrik untuk pasar Tanah Air. Di mana, sebelumnya memang Wuling Motors tercatat sudah memiliki produk mobil listrik yang dijual di negara asalnya, yakni Baojun E100. Di negara asalnya tersebut, Baoyun dijual dengan harga 35.800 yuan atau setara Rp 71,5 jutaan. Angka tersebut tergolong murah untuk ukuran mobil listrik di pasaran Indonesia.

Wuling Siapkan Mobil Listrik Di Indonesia

Terkait dengan kabar tersebut, pada Rabu (6/12/2017) lalu, Vice President of Vehicle, Sales, Service and Marketing Wuling Motors, Cindy Cai masih belum bisa memastikan apakah Baoyun nantinya juga akan dijual di Indonesia. Bukan tanpa sebab mengingat menurut Cindy Cai sendiri, sementara ini pihak Wuling masih menghitung untung rugi menjual mobil listrik di Indonesia, salah satunya dengan mensurvei minat masyarakat.

“Kita sudah menganalisa tentang kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik. Di China kita sudah ada basic-nya. Kita sudah launching produk di China. Tapi di sini kita masih sedang mensurvei,” kata Cindy di Jakarta pada Rabu (6/12/2017).

Tak cukup sampai di situ saja, bahkan selain melakukan survey mendalam pada minat masyarakat, Cindy pun juga menyatakan bahwa untuk saat ini pihaknya juga masih mencermati langkah yang akan dilakukan pemerintah Indonesia terkait regulasi mobil listrik. Pasalnya, pihak Wuling ingin memastikan bahwa selain bisa diterima di masyarakat, mobil listrik buatannya tersebut juga memiliki nilai pajak rendah.

“Buat saat ini masih terlalu awal. Karena dari Pemerintah juga belum ada regulasi yang detail tentang masalah ini. Tapi yang pasti kita masih menganalisa,” ujar Cindy.

Terlepas dari itu semua, gebrakan Wuling Motors di pasar otomotif Indonesia memang terbilang sangat mengesankan. Bahkan, beberapa produsen Jepang pun sudah menujukkan sedikit “kuwalahan” menghadapi gencatan senjata yang dilakukan oleh produsen asal Tiongkok tersebut, apalagi dengan kehadiran Confero dan mobil listrik meskipun untuk saat ini masih menjadi wacana.

Top