Mantap!! SPK Xpander Tembus 40000 Unit

SPK Mitsubishi Xpander – Euforia MPV semi SUV milik Mitsubishi nampaknya masih belum usai. Xpander, rupanya masih menjadi bahan perbincangan menarik di kalangan pacinta otomotif. Meskipun, saat ini Xpander mendapat pesaing dari Toyota dan Daihatsu dengan si “kembar” Rush dan Terios yang merupakan LSUV. Xpander disebutkan berhasil membukukan SPK atau surat pemesanan kendaraan tidak kurang dari 40000 semenjak pertama kali diluncurkan hingga bulan Desember ini. Hal ini membuat Mitsubishi menggenjot produksinya agar konsumen tidak terlalu lama mengantri.

SPK Mitsubishi Xpander

Saat ini, setidaknya tidak kurang dari 7000 unit Xpander sudah dikirimkan kepada pembeli pertamanya. Dari banyaknya jumlah SPK yang mampu dibukukan oleh Mitsubishi, varian Xpander Ulitimate disebut-sebut menjadi yang terbanyak. “Secara umum di awal memang mendominasi, jadi lebih banyak masyarakat yang beli varian paling tinggi,” kata Irwan Kuncoro, Direktur Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) yang Mas Sena lansir dari Kompasotomotif.

Hal ini pun membuat para konsumen harus menunggu hingga mobilnya di kirim ke tangan konsumen masing-masing. Bahkan, disebut-sebut jika para konsumen yang melakukan pemesanan pada periode November hingga Desember ini baru akan mendapatkan mobilnya pada awal tahun 2018 mendatang. “Harapan kami, nanti pilihan masyarakat merata ke varian yang lainnya juga. Tetapi, untuk memenuhi semua permintaan, kita akan tingkatkan kapasitas produksi,” ujar Irwan.

Saat ini, kapasitas produksi dari pabrik Xpander ini mampu memproduksi 5000 unit kendaraan per bulan. Mitsubishi disebut akan meningkatkan kapasitas ini untuk memangkas panjangnya antrean yang ada. “Kapasitas produksi kami sekitar 5.000 unit per bulan itu masih bisa kami tingkatkan. Mungkin dimulai lagi dari tahun depan,” ucap dia.

Sebelumnya, Mitsubishi dikabarkan akan menaikkan harga Xpander ini pada tahun 2018 mendatang. Namun demikian, hal tersebut masih belum dapat dipastikan. Mengingat, Mitsubishi sendiri masih menunggu keputusan kenaikan biaya balik nama dan berbagai biaya pendukung dari pemangku kebijakan. Namun, bagi konsumen yang melakukan pemesanan sebelum tahun 2018, masih akan tetap mendapatkan harga 2017 meskipun nantinya harus menyesuaikan bea balik nama 2018.