Hino Punya Bus Listrik, Akankah Masuk Indonesia?

Bus Listrik Hino – Berbagai pabrikan otomotif saat ini sedang berlomba-lomba untuk menciptakan kendaraan listrik miliknya. Bukan tanpa alasan, mengingat era kendaraan ramah lingkungan memang diprediksi akan segera masuk. Tak hanya kendaraan penumpang ataupun sepeda motor, kendaraan komersil pun rupanya mulai dikembangkan dengan menggunakan tenaga listrik.

Bus Listrik Hino

Seperti yang dilakukan Hino yang pada ajang Tokyo Motor Show 2017 yang lalu tampak memamerkan bus listrik miliknya. Bus tersebut memang masih sebatas konsep, namun bukan tidak mungkin jika ke depannya Hino menciptakannya untuk digunakan secara massal. Perlu diketahui, saat ini Hino pun menjadi salah satu pemain di segmen kendaraan komersil di Indonesia melalui PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) selaku agen tunggal pemegang mereka truk dan bus Hino di Tanah Air.

Menanggapi dengan bus listrik yang dipamerkan Hino pada ajang TMS 2017 yang lalu, PT HMSI pun memberikan suaranya. Disampaikan langsung oleh Senior Executive Officer PT HMSI, Irwanto D Sutanto mengatakan jika pihaknya masih memantau, dan melihat perkembangannya. “Saya sendiri belum tahu pasti arahnya Hino. Tapi kami memonitor, karena kami ini di Indonesia, HMSI ada dan pasarnya untuk Indonesia,” ucap Irwanto yang Mas Sena lansir dari Liputan6Otomotif.

Menurutnya, pasar bus listrik di Indonesia saat ini belum menarik, namun demikian nantinya bukan tidak mungkin tipe kendaraan seperti itu menjadi salah satu yang menarik untuk digarap. Untuk diketahui bahwa Hino Poncho listrik ini merupakan kendaraan yang didaulat untuk menggantikan Poncho versi diesel yang diluncurkan pada tahun 2012.

Seperti kendaraan bertenaga listrik pada umumnya, bus Poncho EV ini pun memiliki suara yang halus saat dioperasikan serta tidak mengeluarkan gas CO2 seperti pada kendaraan keonvensional. Tentunya, selain ramah lingkungan, bus dengan tenaga listrik ini juga akan membuat nyaman penumpang di dalamnya. Pasalnya kabin dalam dari bus ini akan terasa lebih tenang dan senyap dari pada bus konvensional bermesin diesel yang deru mesinnya kadang terdengar sampai ke dalam kabin yang akhirnya mengganggu penumpangnya.

Top