Siap-siap!! Motor Tanpa Sepatbor Akan Didenda

Manfaat Sepatbor – Sepatbor menjadi salah satu komponen pada kendaraan yang cukup penting. Namun demikian, banyak pengguna sepeda motor ataupun mobil yang tidak menggunakan komponen tersebut demi membuat motornya agar terlihat seperti motor balap. Meskipun sebenarnya fungsinya tidak terlalu berpengaruh pada keamanan sepeda motor, namun rupanya penggunaan dari sepatbor ini diatur dalam undang-undang.

Manfaat Sepatbor

Di mana, di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1993 pasal 77 ayat 1, dinyatakan bahwa sepatbor merupakan komponen wajib untuk setiap kendaraan bermotor. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya sepeda motor yang tidak menggunakan sepatbor ketika terjadi hujan akan cukup mengganggu pengguna motor di belakangnya. Sehingga, tentu saja bagi para pengendara yang tidak menggunakan komponen ini siap-siap untuk terkena denda.

Menilik pada undang-undang Nomor 22 tahun 2009 pasal 285 ayat dua dijelaskan jika setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti salah satunya sepatbor, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 3 juncto Pasal 48 ayat 2 dipidana kurungan paling lama dua bulan, atau denda paling banyak Rp 500.000. hal ini memang tidak banyak diketahui oleh para pengendara khususnya roda dua.

Sehingga, memang tidak heran jika saat ini banyak pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan komponen ini. banyak pengguna sepeda motor yang mengganti sepatbor standar dengan sepatbor modifikasi yang disematkan pada bagian roda ban belakang. Menanggapi hal ini, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto turut berkomentar. Menurutnya, meskipun menggunakan sepatbor modifikasi, namun hal tersebut tetap tidak dibenarkan.

Hal ini tentu patut diperhatikan jika kawan-kawan tidak ingin terkena denda. Pasalnya, meskipun sepatbor ini tidak ada pengaruh terhadap keamanan diri sendiri ketika berkendara. Namun jika kawan-kawan menghilangkannya dari sepeda motor hal tersebut akan merugikan para pengendara lain. Khususnya ketika musim hujan terjadi, bukan tidak mungkin jika dengan menghilangkan komponen ini bisa menimbulkan efek negatif bagi pengendara lain khususnya yang berada di belakang.