Jualan Mobil Listrik BMW Luar Biasa!!

Penjualan Mobil Listrik BMW – BMW diketahui menjadi salah satu pabrikan yang memiliki jajaran mobil listrik. Bahkan pabrikan otomotif asal Jerman ini diketahui sebagai salah satu pabrikan yang cukup serius untuk terus menciptakan mobil masa depannya. Pada tahun 2017 ini, BMW diketahui memiliki penjualan mobil listrik yang juga cukup baik yakni mencapai 100.000 unit lebih.

Penjualan Mobil Listrik BMW

Di mana, salah satu mobil listriknya yakni BMW i3 yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu. Semenjak peluncurannya pada 2013 tersebut, mobil ini disebut-sebut telah laku sebanyak 200 ribu unit di seluruh dunia. Rencananya, BMW akan memiliki 25 model mobil listrik hingga tahun 2025 mendatang. “BMW Group memenuhi janjinya. Kesuksesan ini merupakan hasil dari strategi BMW Group sebagai pionir dalam menghadirkan mobil listrik,” kata Harald Krüger, Chairman of the Board of Management BMW AG.

Di sisi lain, BMW Group mengklaim jika dirinya saat ini sudah menjadi pemimpin di pasar mobil listrik. Hal tersebut bukan tanpa dasar, mengingat Menurut hasil penelitian independen dari POLK/IHS (Dipublikasikan pada 7 Desember 2017), BMW Group telah memimpin para pesaingnya dalam hal registrasi kendaraan full electric dan plug-in hybrid (PHEV) di Eropa, dengan pangsa pasar hingga 21 persen.

Posisi di Eropa tersebut menurutnya sudah bisa disetarakan dengan di dunia. “Posisi ini sama kuat di pasar global, dimana BMW Group sumbangkan 10 persen dari pangsa pasar global kendaraan listrik,” kata dia. Di Jerman sendiri pendaftaran kendaraan full elektrik dan plug-in hybrid dari BMW Group melebihi angka 10,000 unit di tahun ini saja.

Seperti yang diketahui, Jerman memang menjadi salah satu negara yang sangat peduli dengan energi terbarukan seperti listrik ini. Tak heran jika peminat dari mobil jenis ini di Jerman memang sangat tinggi. Lain halnya di Indonesia, meskipun saat ini sudah mulai disosialisasikan mengenai mobil ataupun kendaraan listrik, namun peminatnya masih tetap minim. Bukan tanpa alasan, pasalnya infrastruktur pendukungnya dinilai belum cukup memadai jika dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti Jerman.