Terkait Regulasi Mobil listrik, Produsen Masih Banyak Pertanyaan Untuk Pemerintah

Produsen Masih Banyak Pertanyaan Terkait Regulasi Mobil Listrik – Kabar pemerintah akan mengeluarkan regulasi baru terkait teknologi listrik sudah santer terdengar sejak tahun lalu. Meski begitu, hingga kini kepastian regulasi tersebut masih menimbulkan banyak pertanyaan untuk banyak orang, tak terkecuali dengan produsen otomotif di Indonesia.

Produsen Masih Banyak Pertanyaan Terkait Regulasi Mobil Listrik

Salah satu produsen otomotif terkemuka tanah air yang masih memiliki banyak pertanyaan terkait penerapan regulasi anyar tersebut adalah Suzuki. Melansir laman KompasOtomotif, Donny Saputra selaku Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengemukakan bahwa setelah regulasi Euro IV berlangsung, kebijakan selanjutnya yang diterapkan adalah pajak berdasarkan emisi gas buang kendaraan (carbon tax).

Akan tetapi, sebagai pihak produsen, Donny pun menyebutkan bahwa pihaknya masih mempertanyakan elemen-elemen peraturan terkait mobil listrik tersebut. Dituturkannya lebih lanjut bahwa regulasi baru tersebut tentunya akan berdampak pada strategi perusahaan sehingga arahnya jangka panjang.

Disebutkannya pula bahwa regulasi mobil listrik dampaknya sangat signifikan dan sudah terjadi secara global, seperti contohnya China dan India, sehingga pihaknya mempertanyakan dampak di Indonesia nantinya akan seperti apa. Ditekankannya bahwa hal tersebut nantinya akan bergantung pada pemerintah untuk implementasi regulasi mobil listrik itu.

Tak hanya itu saja, produsen pun juga masih memikirkan banyak hal terkait regulasi tersebut. Salah satunya yaitu apakah teknologi listrik itu dapat diterapkan pada hibrida, bagaimana parameternya, komponen utamanya apa saja, dan metode investasinya seperti apa.

Selain itu, disebutkan oleh Donny pula bahwa regulasi anyar tersebut juga nantinya akan mempertanyakan kesiapan Agen Tunggal Pemegang Merek dan juga industri pendukungnya, termasuk pihak penyuplai.

Yang perlu penjelasan lainnya pula adalah keamanan penggunaan konsumen mobil listrik dan juga terkait limbahnya. Donny pun menyebutkan kembali bahwa pihaknya sudah mengerti garis besar tujuan aturan tersebut, tetapi terkait penerapannya pihaknya masih mempertanyakan.

Dalam hal ini, pemerintah pun juga harus memikirkan pasar mobil listrik tersebut. Segmen mobil terbesar di Indonesia berada di kisaran Rp. 250 juta ke bawah, sehingga nantinya diharapkan pemerintah bisa menciptakan pasar mobil listrik untuk masuk di segmen tersebut.