Yuk Kenali Jenis-Jenis Busi…!

Lima Jenis Busi –  Baik orang yang aktif berkendara maupun tidak, rata-rata akan cukup mengetahui jika motor mempunyai komponen bernama busi. Bagian ini merupakan komponen untuk sistem pengapian. Busi dirancang untuk melakukan tugas dalam waktu tertentu, sehingga bisa habis dan harus segera diganti jika sudah aus. Nah, anda yang motornya mendadak mati, bisa jadi dikarenakan businya sudah aus. So, jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara rutin. Nah, bahasan kita kali ini akan membuat kita mengenal busi lbih dalam lagi. Karena ternyata, ada berbagai macam busi untuk sepeda motor anda. Masing-masing jenis pun punya umur pakai yang berbeda.

mengenal lima jenis busi

Busi Standar

Jenis busi yang satu ini adalah bawaan motor dari pabrikan, yang bisa dipakai sampai jarak  20 ribu km pada kondisi pembakaran normal. Diameter center electrodenya rata-rata berukuran 2,5 mm. Sementara itu bagian ujung elektroda terbuat dari nikel.

Busi Iridium

Anda yang menggunakan motor bermesin besar di atas 150 cc , jenis busi iridium pas untuk kendaraan anda. Ciri khas pada fisiknya adalah ujung elektroda yang  terbuat dari nikel. Sementara itu center elektrodanya terbuat  dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center elektroda yang dimiliki busi iridium adalah 0,6 mm – 0,8 mm. Soal umur, jenis busi ini mampu bertahan 50 ribu hingga 70 ribu km.

Busi Platinum

Jika anda adalah penyuka touring seperti Mas Sena, biasanya anda akan lebih menyukai jenis busi platinum. Hal ini dikarenakan umur busi mencapai 30 ribu km. Jadi, sangat cocok untuk menempuh jarak jauh. Busi ini mempunyai diameter center elektroda 0,5 mm- 0,8 mm. Sementara itu, ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrodenya terbuat dari platinum.

Busi Resistor

Secara fisik, busi tipe ini memiliki logo R latin pada bodinya. Kadang konsumen salah mengartikan, karena menganggap logo tersebut berarti “racing’. Tapi sebenarnya R itu artinya resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer dan lainnya. Maka busi ini sangat berjasa untuk perangkat elektronik digital motor.

Busi Racing

Busi Racing memiliki diameter center elektroda yang relatif kecil meruncing macam jarum. Soal umur, busi racing mempunyai umur yang relatif pendek, yang hampir sama dengan busi standar. Umur pakainya antara 20 ribu km hingga 30 ribu km. Sesuai namanya busi ini didesain dengan bahan yang tahan terhadap kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi. Baca juga Kia Berjaya di Good Design Award dan Volvo S60 Cross Country.

Top