Kini, Harga Mitsubishi Xpander Alami Kenaikan Signifikan

Harga Xpander Naik Secara Tajam – Pesona Mitsubishi Xpander dalam menjelajah pasar otomotif nasional memang bisa dikatakan berhasil. Hal tersebut dibuktikan dengan respon positif dari masyarakat Indonesia saat peluncurannya. Namun, hanya saja belum lama ini terdengar kabar bahwa Mitsubishi Xpander per Maret 2018 mengalami kenaikan harga hingga Rp 5 juta dari harga sebelumnya.

Harga Xpander Naik Secara Tajam

Menurut berita yang beredar, diketahui bahwa adanya kenaikan harga tersebut dilakukan guna menyesuaikan harga jual dengan Bea Balik Nama (BBN) yang ditetapkan pemerintah daerah. Sehingga, tak heran jika dalam hal ini mau tak mau pihak Mitsubishi menerapkan kenaikan harga pada Xpander.

“Ya, sudah resmi kami naikkan. Kami lakukan penyesuaian mengikuti perubahan BBN yang biasa terjadi di awal tahun,” kata Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Osamu Iwaba di sela Xpander Media Touring, Yogyakarta pada Selasa (6/3/2018).

Sementara itu di sisi lain, Head of Sales & Marketing Region 1 Dept. PT MMKSI yang saat ini masih dijabat oleh Budi Dermawan menjelaskan bahwa kenaikan harga ini nantinya akan dilakukan secara bertahap. Sehingga, para konsumen tak serta merta merasa kaget.

Dimana, tahapan tersebut akan dimulai pada Januari 2018 lalu. Pada pembelian unit di Januari mengalami kenaikan harga sebesar Rp 3 juta, kemudian disusul kenaikan berikutnya pada Februari sebesar Rp 2 juta.

“Januari itu murni dari harga unit dan saat itu biaya kenaikan BBN belum keluar. Jadi kami tidak serta merta menaikkan langsung (Rp 5 juta). Setelah ada kenaikan BBN, kami sesuaikan lagi. Sehingga per Maret ini kenaikan Rp 5 juta,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kisaran harga Mitsubishi Xpander sendiri berada pada angka antara Rp 194 jutaan hingga Rp 250 jutaan. Dari kisaran tersebut memang bisa diketahui bahwa banderol dari MPV bergaya SUV ini memiliki nilai yang masih bisa dibilang standar untuk sekelas mobil keluarga. Sehingga, tak heran jika kisaran harga tersebut dirasa masih bisa menjangkau kalangan konsumen di Tanah Air.

Top