Akhirnya, Xpander Berhasil Rebut Tahta Avanza

Xpander Berhasil Ungguli Avanza – Persaingan Low MPV di tahun-tahun ini tampaknya semakin ketat saja. Padahal, jika kita telusuri di awal, dari sekian banyak model LMPV, terhitung sejak 2004, awalnya hanya Avanza dan kembarannya, Daihatsu Xenia, yang berpenggerak roda belakang. Meskipun pesaing beratnya yang jhuga berpenggerak roda depan satu per satu datang sejak masa Suzuki Ertiga, Avanza masih perkasa. Dan sampai pada akhirnya Mitsubishi Xpander hadir dengan konsep yang lebih “nyentrik”.

Xpander Berhasil Ungguli Avanza

Menurut beberapa pengamat otomotif, tampaknya kehadiran Mitsubishi Xpander ini begitu fenomenal. Bukan tanpa alasan, sebab pada Februari lalu bisa mengambil mahkota Avanza yang selama ini terjual paling laris. Belum pernah ada model LMPV lain yang bisa melakukannya.

Pemisahan bisnis mobil penumpang dan komersial Mitsubishi, pembenahan jaringan diler, didukung konsep MPV menjurus SUV, tampang “X” lambang modern, ditambah sookongan promosi besar-besaran adalah menu bergizi sehat yang bikin Xpander gemuk di pasaran.

Tak sampai di situ saja, bahkan sampai pada Februari, Xpander unggul dengan penjualan meroket. Dimana, MPV bergaya SUV tersebut terjual 7.400 unit, sedangkan Avanza 6.773 unit. Bukan hanya pada bulan itu, skor sementara Xpander sejak Januari juga di atas Avanza (14.316 unit), yaitu 14.479 unit.

Terkait dengan kabar tersebut, Fransiscus Soerjopranoto selaku Excecutive General Manager Toyota Astra Motor menyadari ribut-ribut soal penjualan Avanza dilewati Xpander. Namun menurut dia, buat pihak Toyota, hal itu bukan masalah.

“Tidak apa-apa Avanza cuma 6.000-an, enggak masalah. Tidak mungkin konsumen itu kami tinggalkan,” ujar Soerjopranoto saat dihubungi, Rabu (22/3/2018).

Menurut pihak TAM sendiri, alasan memilih Avanza lebih baik punya basis konsumen stabil ketimbang harus berspekulasi ganti desain mengikuti zaman seperti Xpander dan meninggalkan profil konsumen lama. Sejak awal Avanza dirancang sebagai kendaraan fungsional buat jalan-jalan Indonesia. Belum tentu volume 6.000-an unit itu tercapai jika Avanza berpenggerak roda depan.

Di samping itu, pihaknya juga sedikit lega mengingat untuk MPV bergaya SUV, Toyota sudah punya Rush yang baru saja dapat perubahan besar. Pada saat Avanza turun, penjualan Rush malah naik dua kali lipat pada awal tahun ini. Selain itu, Soerjopranoto menjelaskan sedang mempelajari apakah Rush mempengaruhi penjualan Avanza atau memang hanya karena pesaing dari Mitsubishi Xpander.

Top