Adu Gengsi, Avanza Facelift Tak Akan Sama dengan Xpander

Toyota Siapkan Pembaruan Avanza – Segmen pasar MPV di Indonesia memang masih menjadi segmen yang difavoritkan oleh para konsumen. Salah satunya yaitu Toyota Avanza yang mana merupakan salah satu produk Toyota yang paling laris dan digemari masyarakat luas. Mobil keluarga yang satu ini juga selalu menjadi raja di segmen low MPV dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga, tak ayal jika Avanza menjadi produk yang sulit dikalahkan. Namun, apakah hal itu berlaku sampai sekarang?

Toyota Siapkan Pembaruan Avanza

Terkait dengan pertanyaan tersebut, baru-baru ini, singasana Avanza digusur oleh produk pesaing milik kompetitor, Mitsubishi Xpander. Bukan tanpa alasan mengingat berdasarkan atas data penjualan yang tercatat, angka penjualan per Februari 2018 penjualan MPV buatan Toyota tersebut disaingi oleh Xpander. Lantas apakah Toyota akan melakukan penyegaran terhadap Avanza?

Berdasarkan berita yang dikutip dari Kompas pada Selasa (27/3/2018), Executive General Manager Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan dalam penyegaran suatu produk, pihaknya tidak mau hanya sekedar reaktif karena kompetitor. Menurut Seoerjo, penyegaran produk harus berdasarkan atas beberapa faktor penting, salah satunya yaitu harus sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Di sisi lain, Soerjo sendiri pun juga turut mengakui bahwa untuk saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan penyegaran Avanza. Namun Soerjo menyatakan kalaupun nantinya diperbarui, model yang diusung Avanza tidak akan ikut-ikutan Xpander. Menurut Soerjo, Avanza akan tetap punya konsepnya sendiri.

“Punya kompetitor front wheel drive (penggerak roda depan), modelnya stylish. Beda konsep dengan Avanza yang rear wheel drive (penggerak roda belakang), lebih ke fungsional, daya angkutnya banyak,” kata Soerjo.

Di sisi lain, jika kita mendasarkan atas catatan data penjualan terakhir, Soerjo sendiri juga mengemukakan bahwa jumlah konsumen Avanza masih berada di angka sekitar 6.000-an. Angka inilah yang sampai saat ini dinilai oleh pihaknya masih dijadikan patokan bahwa masih banyak yang menyukai konsep Avanza. Jika konsep Avanza diubah, apalagi hanya karena mengikuti kompetitor, Soerjo khawatir Toyota justru akan kehilangan konsumen yang ada di angka 6.000-an ini.

“Kalau kita pindah ikut kompetitor, apa yang 6.000 ini enggak marah? mereka jadi meninggalkan Avanza. Padahal selama ini Avanza jadi mobil yang paling disukai,” ucap Soerjo.

Top