Konsumsi Energi Alternatif Indonesia Terkendala Daya Beli

Pemakaian Energi Alternatif di Indonesia – Transportasi memang menjadi salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Tidak tanggung-tanggung, saat ini satu individu bahkan memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor. Di tengah fenomena itu, Indonesia juga sedang dihadapkan pada  pada harga BBM yang naik turun. Namun, lebih dari sekedar masalah harga, sebenarnya yang lebih penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan sumber energi. Mau tidak mau, suatu saat sumber energi fosil yang selama ini kita nikmati melalui BBM, akan semakin menipis bahkan habis. Maka wajar ketika para pelaku industri otomotif di seluruh dunia mulai mengembangkan energi alternatif. Banyak yang dugadang-gadang untuk menjadi energi alternatif di bidang otomotif. Mulai dari listrik murni, gas, hingga fuel cell. Lalu bagaimana nih dengan industri otomotif Indonesia? Kapan konsumen akan bisa menikmati energi alternatif itu secara merata, sehingga tidak begitu khawatir dengan sumber energi fosil yang kian menipis?

energi alternatif di indonesia

Sebenarnya, penggunaan energi alternatif di dunia, termasuk Indonesia sudah mulai banyak dilakukan. Contohnya oleh Toyota. Produsen otomotif ini sudah berupaya untuk mengembangkan berbagai teknologi kendaraan, agar tidak lagi terlalu tergantung pada bahan bakar fosil.

Di Indonesia, Toyota juga tengah mengembangkan kendaraan yang bisa menggunakan bahan bakar gas, atau Compress Natural Gas (CNG) seperti pada Toyota Limo. Tidak hanya sampai disitu saja lho, kawan Begawei. Toyota Indonesia juga dipercaya untuk mengembangkan dan memproduksi mesin ethanol. Mesin ini telah diekspor ke Argentina sebanyak kurang lebih 600 unit per bulan untuk dirakit menjadi kendaraan model Toyota Hilux yang dipasarkan di Brazil. Jadi, sebenarnya secara kompetensi dan kesiapan, Toyota Indonesia telah mampu memproduksi produk dengan basis bahan bakar alternatif. Selain Toyota, anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang siap memproduksi mobil yang pro energi alternatif adalah Hino.

Bicara soal energi alternatif, Budi Prasetyo Susilo, Staf Khusus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mengatakan, masa depan industri otomotif saat ini adalah teknologi listrik murni dan fuel cell. Sekarang, Indonesia mulai mengenal teknologi hibrida yang mengawinkan mesin konvensional dengan motor listrik. Berita bagusnya, Toyota pun sedang mengembangkan kendaraan hybrid dan  kendaraan berbahan bakar hydrogen, atau dikenal Fuel Cell Vehicle (FCV) yang siap diluncurkan ke pasar komersial tahun ini. Namun memang daya beli masyarakt Indonesia memang masih menjadi kendala.

“Tapi, karena belum ada insentif dan tingkat  pendapatan warga Indonesia masih minim, penjualannya masih sedikit”, jelas Budi Prasetyo.

Melihat alasan tersebut, Gaikindo menyatakan, bahwa peralihan energi baru dan bisa benar-benar terlaksana dengan sempurna di Indonesia pada 2035. Sementara itu proses pengenalan sudah bisa berlangsung pada 2025. Walaupun menurut penelitian memang masih cukup lama, namun sebagai konsumen yang baik, boleh lah kita memulai dari sekarang. Anda yang memang punya daya beli lebih, silahkan memilih kendaraan dengan energi alternatif. Baca juga Shelby GT350R Mustang dan Nissan Titan XD.

 

Top